Pages

Wednesday, September 10, 2014

September Ceria

Setelah akhir bulan kemarin kami disibukkan oleh urusan pindahan, alhamdulillah akhirnya terhitung mulai tanggal 31 Agustus 2014 kami resmi tinggal di rumah baru. Meskipun masih berantakan, sedikit demi sedikit mulai kami susun barang-barang seabreg yang semula kami kardusin. Baju-baju mulai agak rapi dimasukkan ke lemari, piring dan panci sudah tersusun di dapur, tinggal beberapa barang campuran aja yang masih tersisa satu kardus di kamar belakang, sisanya sudah dinaikkan ke gudang di loteng atas. 


Akhir pekan kemarin kami sudah bisa mulai agak santai. Saya kembali menjalankan rutinitas kulakan jilbab di Sabtu pagi dan suami bisa main lagi dengan komputernya :p Pojokan ruang tamu pun sementara sudah saya sulap menjadi "butik mini" Laiqashop. Tiap malamnya sepulang dari kantor "butik mini" ini berantakan karena jilbab-jilbab yang saya gelar, baik itu untuk dipacking, atau cuma dipajang dan difoto stok yang masih tersedianya. Mudah-mudahan "butik mini" ini akan segera jadi butik beneran dan buka menjadi toko offline, bukan cuma online.


Oh iya, minggu kemarin saya dan suami menyempatkan diri mampir ke tukang tanaman yang banyak berada di sepanjang jalan Graha Raya. Menurut orang-orang harga tanaman hias di sana murah-murah dan kebetulan dari rumah ke Graha Raya cukup dekat, hanya sekitar 15 menit naik motor. Jadilah kami ke sana sore-sore, sekitar jam 5. Sampai di sana kami mampir ke beberapa toko tanaman di sepanjang jalan dan memutuskan untuk fokus ke satu toko yang koleksi tanamannya kelihatan cukup lengkap.

Ternyata memang benar harga tanaman di sana sangat murah. Bunga soka mini yang biasanya berharga Rp10.000-Rp12.500, di Graha Raya hanya Rp5.000-Rp7.000 saja. Tanaman-tanaman kecil untuk pembatas hanya Rp1.000 saja! Wow.. Sedangkan tanaman hias lain bervariasi mulai dari Rp5.000 sampai puluhan ribu. Akhirnya saya membeli tanaman walisongo seharga Rp7.500, dua tanaman melati-melatian seharga Rp5.000, dan 10 buah tanaman kecil seharga Rp1.000. Sebenarnya mau melihat-lihat lebih lama, namun karena sudah Maghrib kami terpaksa membeli seadanya dulu dan langsung pulang ke rumah.

Sampai di rumah tanaman yang agak besar saya pindahkan ke pot langsung, sedangkan yang kecil-kecil belum sempat saya pindahkan dari tempat plastiknya (----sampai sekarang----) karena sudah terlalu malam. Sementara tanaman-tanaman kecil hanya saya susun dan saya letakkan di bawah tanaman pucuk merah biar tidak terlalu kepanasan pada siang hari.


Yang paling membahagiakan bulan ini, selain mulai menempati rumah baru, yaitu lahirnya keponakan kedua saya. Ya, Si Firos akhirnya punya adik lai-laki :D Hari Selasa, 09 September 2014, si bayi Alhamdulillah lahir dengan sehat dan selamat secara cesar. Welcome to the world, keponakan kedua yang belum diberi nama, lucuuuuuuu bangeeeeeet.:* Akur-akur yaa sama kakak Firos. Semoga kalian cepet punya sepupu dari Tnte Ika yaa :)



(Sekian dulu, nulisnya buru-buru karena udah dipanggil senam sore di kantor.. :D)







































Wednesday, September 3, 2014

Kisah Dibalik Rumah Cendana

Beberapa minggu sebelum hari pernikahan, waktu itu kami mulai mencari-cari rumah kontrakan untuk tinggal. Suami tidak mau tinggal serumah dengan orangtua saya, agar lebih mandiri. Saya manut aja, karena saya pikir dengan pisah rumah dari orangtua kami akan belajar untuk mandiri. 

Salah syarat kontrakan rumah dari saya yaitu kalo bisa jangan kontrakan petak karena bingung jika ada keluarga datang dan menginap akan tidur dimana. Muter-muterlah suami ke sekitar PJMI, Pondok Safari, Ceger, sampai Jalan Bonjol. Ada beberapa nominasi rumah yang akan kami kontrak saat itu, salah satunya sebuah rumah berwarna pink di ujung tanjakan, Jalan Cendana, Pondok Safari.

Pertama kali dikirimkan foto-foto rumah tersebut, saya agak sedikit ragu. Kok dalamnya berantakan, kok udah tua rumahnya, kok kotor :( Tapi setelah diajak melihat langsung dari depan, hmm.. ya tidak terlalu buruk. Apalagi pemilik rumahnya mau merapikan bagian-bagian rumah seperti yang kami minta, antara lain mengecat dinding yang belum selesai dan memperbaiki plafon kamar.

Ternyata kami berjodoh dengan rumah itu. Rumah berwarna pink di ujung tanjakan, Jalan Cendana. Tempat pertama yang kami tuju setelah acara pernikahan kami selesai. Rumah tinggal pertama kami setelah menikah. Tempat kami pertama kali belajar berkeluarga. Tempat kami mengerjakan hal-hal yang masing-masing kami senangi: suami main game, saya ngemil dan tidur. Serta kami belajar membangun bisnis kami masing-masing, suami rapat dengan teman-teman bimbel, saya sibuk melipat jilbab-jilbab dagangan.

 Rumah Cendana, Ika, dan Pamulak

Rumah Cendana memiliki banyak cerita, banyak kenangan untuk kami, meskipun hanya kurang dari setahun kami menempatinya. Cerita tentang saya yang berburu kecoak dan suami kebagian bersih-bersih kotoran tikus (ini yang paling saya sebelin, ternyata karena ini rumah tua jadi banyak tikusnya T_T). Ada juga cerita suatu malam, ketika tetangga sebelah semua kosong dan sepiiii sekali saya yang belum tidur mendengar suara ciiit...ciiiit...ciiit.. seperti anak ayam langsunglah saya ngibrit ke kamar karena di depan rumah kami kebetulan ada rumah tua yang sudah bobrok dan tidak ada yang menempati, jadi saya berpikiran macam-macam deh.. hiiiiiiih... Alhamdulillah Rumah Cendana juga sudah sering dikunjungi teman-teman kami, bahkan ada pembeli jilbab yang langsung datang setiap minggu ke rumah kami.

06 Oktober 2013-31 Agustus 2014. Terimakasih Rumah Cendana yang telah memberikan segudang cerita untuk dikenang sampai kami kakek nenek nanti.

Wednesday, August 27, 2014

Mesin Jahit Impian

Entah ada hubungannya atau nggak dengan bakat turunan nenek saya yang dulu pernah jadi penjahit, dari kecil saya sudah suka dengan jahit-menjahit. Sekitar kelas 3 SD saya sudah bisa membuat baju barbie sendiri, meskipun dengan jahit tangan dan tanpa pola. Selain itu saya senang sekali setiap ikut orangtua saya ke tukang jahit karena saya bisa minta bahan sisa-sisa jahitan untuk dijadikan baju barbie :D

Beruntungnya saya ketika SMP mendapatkan pelajaran tata busana sebagai salah satu muatan lokal. Saya jadi pernah praktik membuat baju beneran, mulai dari rompi bolak-balik, celana pendek, sampai blus atasan, membuat pola, memindahkan pola ke kain, dan berbagai kegiatan jahit menjahit lainnya. Senangnya ketika itu hasil praktik saya diminta oleh Ibu Guru untuk contoh karena menurutnya paling rapi (padahal sebenernya banyak dibantuin mama juga sih jahitnya, hehehe..)

Entah kenapa akhir-akhir ini keinginan untuk punya mesin jahit muncul, mungkin gara-gara keseringan melihat onlineshop di facebook yang menjual mesin jahit portable. Setelah browsing sana-sini, keseringan sih mampir ke sini: www.bursamesinjahit.blogspot.com dan www.anekamesinjahit.com, saya jadi mulai tau jenis-jenis mesin jahit. Awalnya mungkin saya hanya tau butterfly, brother, dan singer, tetapi sekarang ada incaran baru mesin jahit yang saya mau: Janome LR 1122. Berbeda dari merk lain, Janome ini ternyata masih buatan Jepang, dan bodynya full besi, sedangkan merk lain kebanyakan bodynya fiber. Memang sih saya belum paham-paham amat masalah spesifikasi mesin jahit, tetapi hasil baca sana sini sepertinya mesin jahit ini yang paling pas dengan kebutuhan saya (halah..paling ujung-ujungnya cuma buat eksperimen aja :P).

 
LR1122 incaran saya

Tetapi eh tetapi, ternyata impian belum berjalan mulus semulus jalan tol JORR yang masih baru karena harga mesin jahit portable ternyata berjut jut, sedangkan duit di celengan belum mencukupi T_T. Berharap aja mudah-mudahan tiga huruf cair lagi bulan ini, atau dapet hadiah undian, atau si tuan suami bersedia membelikan sebagai hadiah ulang tahun pernikahan ke-1 nanti. Huehehehe..

Janome Hello Kitty yang cuuuuuteeee bangeet, tapi sayangnya tipe ini nggak dijual di Indonesia

Tuesday, August 26, 2014

P.I.N.D.A.H.A.N. (Soft Launching)

Mungkin suami saya akan senyam-senyum ketika baca postingan ini (itu pun kalo dia masih ingat alamat blog saya). Dua minggu ini merupakan fase yang sangat penting bagi kami karena kami akan pindah rumah. Sebuah fase yang bikin capek, deg-degan, pusing, seneng, semua campur jadi satu. Alhamdulillah di bulan ke-10 usia pernikahan ini, kami akan pindah ke rumah baru, rumah milik kami.

Dengan ridho dari Allah, dan bermodal kenekatan, akhirnya kami berhasil membeli sebuah rumah mungil di Selatan Jakarta, 5 menit dari kampus kami dulu, dan 25 menit dari rumah orang tua saya. Jangan kira prosesnya ini singkat dan kilat. Diawali dengan "ngomporin" suami saya sekitar akhir tahun lalu, dan berlanjut malah dia yang jadi "kompor" untuk beli rumah. Kami pun keliling-keliling daerah Bintaro, Ceger, Ciputat berbekal iklan-iklan perumahan baru ataupun rumah yang dijual dari toko bagus, rumahdijual.com, kaskus, dan lain-lain. Akhirnya malah kami menemukan perumahan baru yang jaraknya hanya sekitar 700 meter dari rumah kontrakan kami.


House of Laika (Pamulak dan Ika)

Setelah menemukan rumah yang cocok, mulailah kami mikir gimana caranya bayar ini rumah, kali aja bisa bayar pake daun :p Kebanyakan sih Tuan suami yang mikir sampai mempelajari sistem KPR dari beberapa bank, sedangkan saya cuma nyemangatin aja, kadang-kadang ngerecokin juga siih..hehehe..

Setelah mantap, kami pun akhirnya melakukan akad kredit sekitar bulan April, dan rumah kami pun mulai dibangun. Emang dasar pasangan yang banyak maunya, kami nggak mau desain rumah sesuai default dari developer, kami gambar sendiri (pake microsoft excel :D) denah rumah yang kami inginkan. Untung aja developernya memahami hasrat pasangan muda ini...... -__-

Singkat cerita, setelah hampir tiap minggu kami tengokin, dan dengan kerjasama yang baik dari Pak Mandor serta para tukang, awal bulan ini rumah kami telah selesai dan berdiri dengan kokoh. Awalnya kami akan pindahan tanggal 24 Agustus kemarin, tapi karena beberapa hal pindahan resmi pun diundur jadi minggu besok, tanggal 30 Agustus, yang kebetulan bersamaan dengan ulang tahun si suami yang  cerewet baik hati.


 

Pasang gorden duluuu...

Meskipun pindahan resmi baru minggu besok, kami tetap bersih-bersih dan mengadakan acara kecil-kecilan khusus keluarga inti sebagai tanda kami pindah. Mama saya memasakan nasi kuning lengkap dan kami makan bersama pertama kalinya di rumah ini.

 Makan nasi kuning bikinan Mama, pertanda kami udah pindah :')

24 Agustus 2014, softlaunching Ika dan Pamulak pindah ke rumah baru. Doakan kami semoga betah, aman, selamat, sejahtera, dan segera mengisi rumah dengan para krucils yaaa.. :D

(Coming soon: Pindahan, Grand Launching)

Thursday, August 14, 2014

Lomba Menghias Tumpeng

Rabu, 13 Agustus 2014, dalam rangka menyambut HUT ke-69 Republik Indonesia dan dalam rangka kegiatan rutin Paguyuban KPP PMB, kami mengikuti kegiatan lomba menghias tumpeng. Panitia kegiatan sudah ditentukan secara bergiliran dan kali ini giliran kelompok 2 (Seksi penagihan, PDI, Wakson 2, dan Fungsional 2)  yang bertugas sebagai panitia.

Baru kali ini saya ikut lomba menghias tumpeng, kelihatannya gampang, tinggal buka contekan gambar tumpeng hias di google dan meniru kira-kira mau dibuat seperti apa. Tetapi kenyataan di lapangan berbeda jauh. Dengan waktu terbatas dan anggota sebanyak 8-10 orang yang umpel-umpelan menghias 1 tumpeng, alhasil jadilah tumpeng-tumpeng dengan hiasan yang ajaib.

Selain itu, kelompok saya sempat kehilangan pisau sewaktu lomba dimulai, hahaha.. Kelompok lain sudah mulai heboh memotong-motong sayuran, eh kelompok saya malah ribut nyari pisau. Hal ini terjadi karena sebelum lomba menghias tumpeng, salah satu anggota kelompok mengikuti lomba mengupas apel dan anggota kelompok saya malah lupa pisaunya diletakkan dimana setelah lomba selesai, padahal itu pisau satu-satunya di kelompok kami T_T

 Bahan-bahan dan peralatan untuk menghias tumpeng

Waktu 30 menit pun tidak terasa. Di kelompok kami hanya 2 orang anggota yang wanita, yaitu saya dan Aulia. Eh 1 lagi deh, ditambah 1 orang anak magang, selain itu bapak-bapak semua. Jadilah kami berbagi tugas, ada yang ngurusin timun, ada yang mengepang kacang panjang untuk dibuat pagar-pagaran, ada yang buat hiasan dari wortel, cabai, dan yang lain menyusun lauk-lauk di tampah. Lumayan hectic, jadi bingung wortelnya mau diapain, ujung-ujungnya dipotong bentuk bunga aja, terus timun juga bentuk bunga, tomat bentuk bunga, cabai juga bentuk bunga, lah semuanya jadi bentuk bunga -__-" biarin deh, yang penting tumpengnya jadi ramai dan meriah. Di menit-menit terakhir, untuk finishing kami buat angka 69 (melambangkan HUT ke-69) dari kacang panjang dan bunga cabe di puncak tumpeng, dan tadaaaaaa...jadilah tumpeng dari kelompok 13:


 Tumpeng punya kelompok 13. Ternyata hiasan tomat karya saya hasil nyontek dari google keliatan lumayan kece kalo difoto *aslinya mah kagak :p

Setelah waktu selesai, semua hasil karya kelompok dijejerkan untuk dinilai oleh dewan juri. 13 tumpengnya cantik-cantik, dan kelihatannya semua mirip-mirip menurut saya :D


 
13 tumpeng peserta lomba

Setelah semua dinilai, pemenang pun diumumkan, dan kelompok saya tidak termasuk jadi 3 pemenang. Gak apa-apa gak menang, yang penting sudah seru-seruan. Setelah itu, semua dipersilakan makan tumpeng kelompoknya masing-masing (setelah hiasan-hiasannya dilepas dan kebanyakan nggak dimakan karena sudah dipegang banyak orang, sayang ya) hehehe...





Monday, August 11, 2014

Trik Mengelola Online Shop di Instagram

Sudah hampir 4 bulan ini saya mengelola sebuah onlineshop. Ya, akhirnya punya onlineshop kecil-kecilan, sesuai dengan salah satu resolusi tahun ini. Hehe...

Berawal dari melihat peluang pasar yang cukup besar di instagram yang ditandai dengan maraknya onlineshop bagaikan jamur di musim hujan, saya jadi tertarik untuk punya onlineshop sendiri. Berhubung dari kecil saya sudah sering kali berjualan, mulai dari jualan gelang manik-manik (waktu SD), jualan CD MP3 sesuai order teman-teman dan gelang handmade (waktu SMA), jualan oriflame dan buku USM STAN (waktu kuliah), sampai jualan kain lurik dari Klaten. Nah yang terbaru dan menjadi komoditas onlineshop saya kali ini yaitu jilbab :)

Jaman sekarang ini bisa dibilang menjual sesuatu itu sangat mudah seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan media sosial. Mau jual rumah, mobil, tanah, perabot rumah tangga, fashion, bahkan makanan sudah bisa lewat internet. Tinggal pasang iklan di tokobagus, berniaga, kaskus, atau bahkan facebook sekalipun ada saja pembeli yang menghubungi. Apalagi setahun belakangan ini saya lihat onlineshop di instagram semakin banyak saja.

Onlineshop di Instagram yang semakin ramai

Membuat onlineshop di instagram memang sangat mudah. Berikut beberapa trik membuat dan mengelola onlineshop di Instagram:

1. Buat akun instagram
Usahakan buat nama username yang unik dan mudah diingat, jangan tidak terlalu panjang.

2. Foto barang-barang dagangan Anda dan upload di instagram (jika barang yang Anda jual ready stok, namun jika tidak ready stok Anda cukup mengupload gambar contoh barang)

3. Cari follower sesuai target pasar
Cara mendapatkan follower untuk onlineshop kita memang gampang-gampang susah. Mungkin beberapa tips agar orang-orang tertarik mem-follow onlineshop Anda yaitu dengan cara menampilkan gambar-gambar barang yang dijual dengan cara yang menarik. 
Selain itu, usahakan gambar jelas dan asli, bukan asal comot dari tempat orang. Untuk pemula, Anda bisa meng-share akun instagram Anda lewat facebook Anda yang sudah banyak temannya. Cara kedua yaitu dengan mem-follow orang-orang yang kira-kira akan tertarik dengan barang dagangan Anda dan mem-followback.

4. Upload stok dagangan dengan rutin, namun jangan sampai spamming

5. Ikut SFS 
 SFS atau Shoutout for Shoutout ini merupakan cara yang sedang booming di kalangan onlineshop instagram untuk mempromosikan produknya. Sebenarnya sistem sederhananya SFS ini merupakan cara saling mempromosikan sesama onlineshop dengan memposting produk-produk onlineshop temannya yang sama-sama ikut SFS. 
Dengan SFS ini diharapkan mereka saling menarik folllowernya untuk memfollow onlineshop yang dipromosikan. Namun semakin kesini SFS sudah semakin banyak dan terlalu sering sehingga membuat para follower justru bosan dan kesal dengan spamming-spamming iklan.

6. Endorse
Endorse merupakan salah satu cara mempromosikan barang dagangan kita melalui kerjasama dengan selebgram atau artis yang kita tawarkan untuk memakai atau memposting barang dagangan kita di instagram mereka. Jumlah follower yang banyak dari selebgram dan artis tersebut diharapkan akan cukup efektif untuk promosi dan membuat follower merasa tertarik dengan produk yang diendorse.

Demikian beberapa cara awal untuk memulai sebuah onlineshop dan mempromosikan barang dagangan kita. Setelah onlineshop berjalan dan menerima orderan, proses akan semakin beragam, antara lain menerima pesanan, mengecek stok, mengecek transferan, packing, dan pengiriman. Semakin banyak customer maka akan semakin butuh tenaga untuk mengelola onlineshop tersebut. Akan tetapi, mengelola sebuah onlineshop akan menjadi sangat menyenangkan jika sejalan dengan hobi kita :)

Friday, March 28, 2014

Annual Life-Update

Kayak laporan keuangan aja ya keluarnya annually alias tahunan. Hehe.. Ya, sudah setahun, bahkan lebih, saya tidak posting di blog ini. Entah kenapa hidup menjadi begitu sibuk dan hiruk pikuk. Tsaaah..

Insya Allah saya mau mulai nulis lagi, itung-itung mengasah otak biar nggak tumpul karena tiap hari tenggelam di tengah lautan berkas.

Sebagai pemanasan, saya rangkum life update selama setahun saya menghilang dari dunia per-blogger-an aja ya, biar pembaca nggak penasaran.. Hohoho...
  1. Maret 2013    : Akhirnya Prajab juga setelah menunggu selama 1 tahun. Alhamdulillaah...
  2. April 2013      : Penempatan Definitif. Ditempatkan di KPP Perusahaan Masuk Bursa.
  3. Mei 2013        : Dilamar sama si Om Pam.. Hihihi.
  4. Juni 2013        : DTSD Pajak di BPPK Purnawarman
  5. Juli 2013         : Kunjungan keluarga ke Klaten
  6. Agustus 2013     : Lebaran
  7. September 2013: Menghitung hari....
  8. Oktober 2013    : Our Wedding (06102013)
  9. November 2013 : Lupa..
  10. Desember 2013  : Make a big decision to choose our first house
  11. Januari 2014       : Tahun baru :p
  12. Februari 2014     : Pindah ke Seksi Pelayanan lagi..
  13. Maret 2014        : Penyampaian batas akhir SPT Tahunan PPh OP yang diundur jadi 30 April 2014 jika lapor melalui e-filling..
Biarin deh yang terakhir maksa banget. Hehehe.. Welcome back to my blog, and explore it.. :)

Monday, March 11, 2013

Ikutan Giveaway Pertama Racun Warna-Warni

Akhir-akhir ini saya lagi keracunan beauty blog. Awalnya nggak sengaja nyasar ke beberapa beauty blog waktu lagi searching tentang salah satu produk kosmetik. Lama-lama saya jadi tertarik, bahkan mengikuti postingan-postingan di beauty blog secara rutin. Salah satu beauty blog yang saya follow yaitu, Racun Warna-Warni nya (http://www.racunwarnawarni.com) Mbak Sekar Arum. Sebelumnya, blog ini beralamat di http://racuncelle.blogspot.com sampai pada awal bulan ini berganti menjadi http://www.racunwarnawarni.com.


Saya baru kenal blog ini sekitar bulan Januari 2013 saat tidak sengaja mampir ke artikel tentang review 3 produk BB Cream, yaitu Maybelline, Silkygirl, dan Caring Everlast BBCream. Artikel ini berjudul BB Cream: Maybeline Clear Smooth, Caring Everlast, & Silkygirl Magic dan merupakan salah satu posting favorit saya di Racun Warna Warni yang akhirnya sukses membuat saya keracunan untuk membeli Caring Everlast BBCream :p. Terbukti kalo blog ini menjadi salah satu referensi bagi pembaca yang ingin membeli produk kosmetik tertentu.

Blog Racun Warna-Warni sendiri ternyata sudah berumur 1 tahun pada bulan Januari kemarin. Kabar gembiranya, kali ini Mbak Sekar mengadakan Giveaway pertama untuk Blog Racun Warna-Warninya. Horeee... Nggak tanggung-tanggung, hadiah giveaway pertama ini sangat menggiurkan yaitu NYX Box of Smokey Look Collection. 

http://www.nyxcosmetics.com

Satu palette berisi eye shadows untuk membuat tampilan smokey eyes bernuansa abu-abu, ungu, natural, dan bronze. Selain itu, palette ini juga berisi 3 blush, face powder, concealers, lip color, 12 cream glitter, dan1 eyeliner. Benar-benar lengkap dan bikin ngiler kan.. Hihihi...

Hadiah keren ini disponsori oleh Ms Lie Collection (web mslie-collection, Facebook Ms Lie), seller terpercaya yang menjual berbagai macam produk kosmetik dan skincare asli, seperti NYX, Skinfood, Skin 79, Etude, The Body Shop, Egyptian Magic Cream, Missha, dan lain-lain


Sebagai beauty blog yang berkembang sangat pesat, Racun Warna-Warni memang memiliki content postingan yang sangat bagus. Tidak hanya mereview produk-produk kosmetik dari luar negeri, Racun Warna Warni juga sering mereview produk-produk buatan lokal, contohnya postingan berjudul Favourite Body Scrub: Sariayu Lulur Spa 2 in 1. Hal ini salah satunya yang membuat saya semakin suka membaca artikel-artikel di Racun Warna-Warni. Tidak heran kan jika hanya dalam waktu satu tahun, blog ini sudah dikunjungi oleh ratusan ribu pembaca.

Hanya saja, yang mungkin harus ditingkatkan yaitu artikel tentang eksperimen dan aplikasi make up nya sehingga akan semakin menarik pembaca untuk berekspresi dan bersahabat dengan make up.Contohnya Mbak Arum dapat membuat artikel tentang step by step dandanan dengan tema tertentu, festival, glamour, anime, ethnic, dan lain-lain sehingga semakin seru untuk dibaca dan dicoba :D

Selain itu, sesuai dengan nama blog dan tagline pada Header, template blog Racun Warna-Warni juga diharapkan lebih kaya akan warna alias colorful sehingga pas dengan namanya. Mungkin ada baiknya dipilih warna-warna yang lebih cerah, girly, dan centil untuk template blog ini, agar jangan terkesan terlalu polos.

Harapan saya sebakin salah satu pembaca setia (ciyeee) semoga selanjutnya postingan di Racun Warna-Warni semakin beragam, update, dan konsisten sehingga semakin banyak pembaca yang mendapat manfaat serta ilmu dari blog ini :). Dan, yang gak kalah pentingnya, semoga saya terpilih jadi pemenang giveaway ini (ngareep banget lho Mbaak... :D).

Tuesday, March 5, 2013

Satu Tahun "Diperban"

Siang hari yang panas. Seperti biasa, tugas saya saat itu pergi ke Bank untuk melakukan transaksi rutin dari perusahaan. Sekitar pukul 2 siang. Biasanya Bank yang saya datangi secara rutin hanya 2 bank saja. Namun, siang itu ada 1 tambahan Bank yang saya datangi karena saya harus mengkonfirmasi jumlah saldo di rekening perusahaan. 

Saya berdiri di antrean yang cukup lama, meskipun tidak terlalu panjang. Tiba-tiba saya dikagetkan oleh kabar (menyenangkan, yang sangat ditunggu saat itu) dari teman saya, bahwa penempatan instansi telah keluar. Langsung saya cek grup fb, ternyata benar, sudah ada pengumuman penempatan. Akan tetapi, saya tidak bisa membukanya karena format pengumuman berupa file pdf. Saya langsung telepon si Pam2. "Kamu Pajak, Aku juga Pajak" (njiyeeee..). Alhamdulillah, ternyata sejak tanggal 21022012 saya telah dipungut oleh sebuah keluarga baru, Keluarga besar Direktorat jenderal Pajak.

picture taken from here

Selanjutnya ternyata Niun penempatan di Bapepam, Nenek di BPKP. Legaaa penempatan instansi yang ditunggu sekitar 5 bulan sejak wisuda akhirnya keluar juga. Angkatan kami sangat bersyukur dan bersukacita.

Tanggal 29 Februari 2012, kami yang ditempatkan di DJP berkumpul di Kantor Pusat untuk mendaftar ulang dan menyerahkan Daftar Riwayat Hidup. Esok harinya, tanggal 1 Maret 2012 seluruh calon pegawai baru Kementerian Keuangan dikumpulkan di Aula Dhanapala Gedung Kantor Pusat Kementerian Keuangan untuk mengikuti kegiatan Orientasi Pegawai Baru. Acara dimulai sejak pagi sampai sore hari. Saat itu kami bangga sekali karena telah "diakui" menjadi bagian dari Kementerian Keuangan.

Tanggal 2 Maret 2012, calon pegawai baru DJP berkumpul di Kantor Pusat DJP untuk mengikuti Orientasi Pegawai Baru Khusus DJP. Di akhir acara, kami diberikan surprise bahwa mulai tanggal 5 Maret (esok Seninnya) kami sudah mulai magang di kantor yang terlah ditentukan. Inilah awal dari sebuah kisah Pegawai Diperbantukan :')

***


Hari Senin, 5 Maret 2012 saya sudah tiba di kantor ini jam setengah 7 pagi, mengenakan pakaian putih-hitam. Bukan kali pertama saya menginjakan kaki di kantor ini, karena sebelumnya saya pernah ke sini untuk tugas kepanitian kampus meminta donasi dari alumni. Celingak-celinguk saya mencari sosok yang celingak-celinguk juga (pasti anak baru begini gelagatnya). Akhirnya saya bertemu 2 orang teman magang lagi, yaitu Dino dan Bayu. Kami bertiga menunggu sampai sekitar pukul 07.30 untuk menuju ke Subbag Umum. 

Sampai Ruang Subbag Umum, kami bertemu dengan Pak Kasubbag, kami disuruh menunggu di depan mejanya. Tik..tok..tik..tok.. (Kalo si Dino selalu bilang, eh inget gak waktu pertama ke sini kita dicuekin lama banget sama si Bapak..) Hahaha.. Gak dicuekin juga sih, tapi si Bapak itu sedang sibuk, sampai kami yang di depan mejanya nggak diajak ngomong sama sekali -__-" 

Setelah si Bapak selesai dengan pekerjaannya, baru kami ditanya. Kami jelaskan bahwa kami lulusan STAN, yang penempatan di DJP dan mendapat penempatan magang di sini. Kemudian kami langsung dibawa ke seksi pelayanan oleh seorang pegawai Subbag Umum. "Sementara kalian penempatan di Seksi Pelayanan dulu yaa, karena bulan Maret sedang sibuk-sibuknya di Pelayanan".

Mulai saat itu, gunungan SPT setinggi 1 meter sudah menjadi makanan sehari-hari bagi saya dan Dino (si Bayu dipungut ke TPT jadi petugas NPWP). Kami menyortir SPT untuk dikirimkan ke KPP-KPP di seluruh Indonesia :'). Setelah "peak season" SPT berakhir, kami melaksanakan kegiatan On the Job Training, rotasi ke tiap seksi untuk mempelajari SOP-SOP di seksi tersebut. Setelah OJT selesai, kami pun ditempatkan sementara. Saya di Subbag Umum, sampai sekarang, Bayu tetap di NPWP, dan Dino di back office Pelayanan.
***

Hari ini, 5 Maret 2013 officially saya sudah setahun menjadi Pegawai Diperban-tukan. Suka duka telah dilewati. Dari awalnya celingak-celinguk di kantor ini, sekarang sudah deket banget, seperti sudah kenal bertahun-tahun :D. Berita baiknya, sejak 1 Oktober 2012 sebenernya status Pegawai Diberbantukan sudah berubah menjadi CPNS, hanya saja SKnya baru keluar bulan ini. Oh iya, kabar baik lainnya 2 minggu lagi saya akan mengikuti Prajabatan. Alhamdulillaah.. Semoga rapelan yang lain-lain yang kami tunggu akan segera keluar juga.

Satu tahun diperban itu nggak selalu menyedihkan dan nggak selalu menyenangkan. Lakukan apa yang bisa dilakukan, sambil menunggu "perbannya" dilepas dan kita bisa berlari lagi. :)))



*Diperban=Pegawai Diperbantukan

Monday, February 4, 2013

Cara Menukar Uang Lama

Mungkin beberapa dari kita masih menyimpan uang logam Rp25, Rp50, Rp500, maupun uang kertas Rp100, Rp500, dan Rp1.000 seri lama, seperti halnya saya yang kebetulan masih menyimpan beberapa uang logam Rp500 keluaran tahun 1991-1993 dan uang logam Rp1.000 yang bergambar kelapa sawit. Mungkin saya tidak berencana untuk menggunakan uang tersebut, karena uang-uang logam tersebut merupakan kenang-kenangan dari Almarhum Kakek saya. Ketika saya kecil, Beliau seringkali memberikan uang jajan berupa uang logam Rp500 dan Rp 1.000, hasil dari berjualan di warungnya. Beliau sengaja mengumpulkan uang logam yang unik untuk cucunya ini. Oleh karena itu, sampai sekarang saya masih menyimpannya. :)

Selain alasan seperti saya, untuk menjadikan uang lama sebagai kenang-kenangan, banyak juga orang yang justru sengaja mengumpulkan uang-uang seri lama untuk dikoleksi. Para kolektor ini juga sengaja berburu uang lama, bahkan rela membelinya dengan harga tinggi. Semakin lama dan langka seri uang, harganya akan semakin mahal. Adapun para penjual uang lama saat ini masih dapat ditemukan di beberapa tempat di Jakarta, antara lain di Pasar Baru dan Pasar Taman Puring.


Untuk orang-orang yang tidak memiliki alasan khusus untuk menyimpan uang seri lama, mungkin beranggapan lebih baik menukar uang tersebut dengan seri baru agar tetap dapat digunakan. Jangan khawatir, karena ternyata Bank Indonesia masih dapat menerima penukaran uang seri lama yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran sampai dengan jangka waktu 10 tahun setelah pencabutan dan penarikan peredarannya. Bank Indonesia juga akan memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran sepanjang masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan dan masih dapat dikenali keasliannya.

Penukaran di Bank Indonesia dapat dilakukan di:
  1. Kantor Pusat Bank Indonesia
    Cq. Direktorat Pengedaran Uang
    Lobby Gedung C
    , Komplek Perkantoran BI
    Jl. M.H. Thamrin No.2 Jakarta 10350
    Telp.3818722, 3817297 (hari dan jam kerja).
    Waktu layanan: pada hari-hari tertentu mulai dari pukul 09.00 - 11.30 waktu setempat.
  2. Kantor Bank Indonesia yang terdekat.
    Waktu layanan: pada hari-hari tertentu mulai dari pukul 09.00 - 11.30 waktu setempat.
  3. Kas Keliling Bank Indonesia
    Untuk mengetahui lokasi dan waktu beroperasinya Kas Keliling Bank Indonesia dapat dikonfirmasikan kepada Direktorat Pengedaran Uang di nomor telepon 021-381 8722/381 7297 atau Kantor Bank Indonesia pada hari dan jam kerja.
Berikut ini daftar uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran dan batas waktu penukaran di Bank Umum dan Bank Indonesia:

Daftar Uang Yang Dicabut dan Ditarik dari Peredaran
Namun Masih Dapat Ditukarkan di Bank Indonesia  
 
Sumber: Bank Indonesia
 




Jadi, tinggal pilih apakah Anda akan menyimpan atau menukar uang lama Anda?


Tuesday, January 8, 2013

Akhir 2012


Senin, 31 Desember 2012. Hari terakhir di tahun 2012. Saya dan si Pam2 berencana jalan-jalan, tapi nggak di Jakarta aja. Akhirnya melipirlah kami ke Bandung. Ke Bandung naik mobil? That's too mainstream, kekekek... Ya, kami naik kereta. Karena saya kangen dengan pemandangan di sepanjang jalur Parahyangan yang pemandangannya aduhaaai.... Kami berangkat dengan Argo Parahyangan dari Stasiun Gambir pukul 07.15.


Jegujes...Jegujes...Awas keretanya datang...


Reformasi Birokrasi Direktorat Jenderal Pajak di kursi kereta


Kanan-kiri hijaauuuu...
 

Pemandangan dari atas jembatan kereta
 

Jembatan Tol Cipularang terlihat dari tebing yang dilewati kereta 


Patung kereta api di depan Stasiun Bandung (Lhoh kok pake helm??)


Kami tiba di Bandung sekitar pukul 11 kurang 15 karena keretanya agak telat. Jadi terpaksa kami memundurkan tiket pulangnya agar tidak terlalu terburu-buru. Setelah mengurus administrasi tiket, kami keluar stasiun untuk bertemu dengan orang yang akan menyewakan motor.

Tujuan utama kami kali ini yaitu ke Punclut atau Puncak Ciumbuleuit. Jaraknya dari kota Bandung cukup dekat, kira-kira satu jam naik motor (pake nyasar dulu sih sedikit :p). Dari stasiun, kami berkendara ke arah flyover, kemudian lurus ke arah Cihampelas. Dari pertigaan sebelum Cihampelas, kami belok kiri, ke arah Ciumbuleuit.

Puncak Ciumbuleiut merupakan daerah dataran tinggi, di mana kita bisa melihat seluruh kota Bandung dari sini. Jalan menuju Punclut juga berkelok-kelok dan menanjak. Deg-degan juga, takut motornya nggak kuat karena kami  menyewa motor Honda Beat. Belum lagi bensinnya sekarat karena kami lupa mengisi ketika masih di bawah -___-"

Setelah melewati beberapa tanjakan tajam, tibalah kami di Punclut... Wooow.... Sepanjang jalan kita bisa melihat pemandangan kota Bandung yang terlihat kecil dikepung oleh pegunungan, seperti tepat di bawah langit. Sepertinya pemandangan malam hari juga nggak kalah bagusnya karena kita bisa melihat city lights kota Bandung.


Di sepanjang jalan juga banyak berjejer tempat makan yang menghadap pemandangan tersebut. Rata-rata tempat makannya berkonsep lesehan dengan makanan khas Sunda, seperti gurame, ayam bakar, pepes, dan sayur-sayuran. Setelah melewati beberapa tempat makan, akhirnya kami memutuskan makan di Balakecrakan karena perut sudah sangat lapar. 

 Begini penampakan tempatnya dari luar...

Ternyata tempat makannya ada di bawah, terdiri dari saung-saung bambu yang benar-benar menghadap pemandangan. Menu makanannya beragam, harganya juga cukup murah. Menu makanan favorit saya: gurame bakar, minuman favoritnya: susu murni hangat rasa stoberi (yang ini enak banget!)

 







Sekitar pukul 15.00 kami selesai makan dan kembali jalan-jalan. Sayangnya hari itu hujan, jadi jalan-jalannya terpaksa pake jas hujan T_T. Dari Punclut kami kembali ke arah Bandung, namun kali ini lewat Lembang. Jalannya menanjak luar biasa, sampai-sampai saya harus turun dan jalan kaki waktu di tanjakan karena motornya tidak kuat mengangkut 2 orang :'( Dari Lembang, keluar di daerah Geger Kalong, Kampus UPI, STPB, Setiabudi, dan kembali ke Cihampelas. Kemudian kami mampir sebentar di Ciwalk dan Cihampelas untuk sholat Ashar dan belanja.

Pukul 18.00 kami kembali ke Stasiun Bandung untuk bersiap ke Jakarta dengan kereta yang berangkat pukul 19.50. Kami tiba di Gambir sekitar pukul 23.00 dan keadaan di depan Stasiun Gambir ternyata luar biasa ramainya. Bukan, bukan ramai oleh penumpang, melainkan ramai oleh warga ibukota yang sedang berteduh dan menunggu acara perayaan tahun baru. Ckckck.. Banyak dari mereka yang membawa anak-anak dan menggelar tikar di teras Stasiun Gambir karena mau ke Monas tetapi masih hujan.

 


Awalnya kami mau langsung pulang, ogah ikut-ikutan merayakan tahun baru karena sudah gempor seharian jalan-jalan. Tapi......ketika kami keluar Stasiun Gambir, jreeeeeeng...... Beginilah kondisi di jalan:


Boro-boro mau cepat sampai rumah, jalan dipenuhi lautan kendaraan motor dan manusia. Semua tumpah ruah. Jalan Medan Merdeka pun ternyata sudah ditutup. Akhirnya pukul 00.00 kami masih berada di sekitar Monas. Semua kendaraan berhenti dan orang-orang memasang kembang api di tengah jalan....


Di depan Tugu Tani keadaannya juga sama. Taman di Tugu Tani penuh orang dan menjadi tempat parkir motor dadakan. Anak-anak kecil naik ke atas mikrolet dan menari-nari. Astagfirulllah, anak siapa sih itu -__-. Pokoknya semua jalan macetcetcet. Samapi kami harus memutar mencari jalan yang bisa lewati. Kami ke arah Menteng, Manggarai, dan keluar di jalan Karet Kuningan. Alhamdulillaah setelah itu jalannya lancar. Tebak jam berapa saya sampai di rumah? Jam 2 pagi -____-


Thursday, November 22, 2012

 

Template by Suck My Lolly - Background Image by TotallySevere.com