Pages

Wednesday, August 3, 2011

Ketika Jarak Api Hanya 1 Meter dari Rumah Anda.

Minggu, 31 Juli 2011. Tepatnya sekitar pukul setengah 5 sore. Suasana yang cukup ceria menyambut bulan Ramadhan pada sore harinya. Saya yang lelap tidur siang untuk menyiapkan "energi" untuk tarawih pada malam harinya.

Tiba-tiba sore yang tenang itu berubah seketika. Saya yang sedang tidur dikejutkan dengan suara Babeh yang teriak histeris ketika kakak saya menelepon ke rumah. KEBAKARAN. Saya, Mama, dan Babeh langsung panik. Kakak saya di seberang telepon sana menangis karena tepat di depan rumahnya terjadi kebakaran yang cukup besar. Saya pun langsung menelepon pemadam kebakaran, meskipun sempat salah sambung karena panik. Ternyata sudah ada yang melapor ke sana dan mobil pemadam sudah diberangkatkan. Babeh pun langsung pergi ke rumah kakak. Setelah itu saya menyusul.

Di jalan saya semakin panik. Rumah kakak saya jaraknya sekitar 3 km dari rumah saya, tetapi asap hitam di langit sudah terlihat bahkan dari rumah saya. Saya pun langsung ngebut naik si kebo, motor saya. Pikiran udah nggak karuan.

Benar saja, sampai di depan jalan rumah kakak saya, orang-orang sudah penuh. Kebanyakan orang datang karena ingin melihat kebakaran yang terjadi. Saya mengklakson habis-habisan supaya orang-orang pada minggir.

Asap semakin hitam. Mobil pemadam kebakaran belum datang. Saya panik melihat orang-orang sudah mengangkut barang-barang mereka, sedangkan saya belum bertemu dengan kakak, babeh, dan kakak ipar saya. Setelah memarkir motor di tempat yang kira-kira aman, saya langsung berlari ke arah rumah. Dan...Api ternyata sudah tinggi sekali, menyambar-nyambar ke rumah kakak saya yang jaraknya tinggal kira-kira 1 meter lagi. Saya pun langsung lemas.

Saat itu setengah sadar, saya hanya bolak-balik mencari kakak, babeh, dan ipar saya, tapi tidak kunjung ketemu. Payahnya, justru pada saat genting seperti itu saya pulsa telepon saya malah habis.Orang-orang berlarian, tapi anehnya tidak ada yang saya kenal. Padahal saya sudah kenal dengan tetangga di sekitar sana. Saya bingung warga di sana pada ada di mana. Akhirnya saya balik lagi ke arah jalan.



Akhirnya pemadam kebakaran datang. Petugas segera menyiapkan selang dan menuju tempat kebakaran terjadi. Akhirnya juga saya ketemu mama yang menyusul ke sana. Ternyata kakak saya menunggu di tetangga belakang rumah. Kami pun menyusul ke sana.

Dari belakang rumah, suasana terlihat lebih mencekam. Terlihat seperti rumah kami sudah hampir terbakar. Ternyata awalnya warga sudah berusaha memadamkan api dengan cara naik ke genteng rumah kami dan mengambil air dari tank air di atas, tapi tidak berhasil karena apinya semakin besar.

Kakak saya yang sedang hamil pun sudah menangis-nangis ketakutan. Tapi untungnya petugas pemadam sudah terlihat memadamkan api yang di depan rumah kami.

Sebenarnya, api bersumber dari konsleting listrik penghuni di depan rumah kakak saya. Karena penghuni tersebut menyewa sebidang tanah untuk mengumpulkan barang-barang bekas, mulai dari plastik, sampai alat-alat elektronik, maka api mudah menyebar melahap barang-barang tersebut dengan cepat. Alhamdulillah antara rumah kami dengan penghuni depan dibatasi tembok beton setinggi 2 meter sehingga menahan api dan api tidak cepat menyambar ke rumah kami.

Ternyata 6 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Kami cuma bisa berdoa semoga api tidak menyebar ke rumah-rumah lain. Saat itu saya lihat tanaman di pot-pot depan rumah sudah terbakar, kanopi di teras sudah meleleh, dan kayu di depan teras sudah mulai terbakar. Parahnya lagi, angin sore itu cukup besar dan mengarah ke rumah kami. Takuuuut banget.. T___T



Sekitar pukul setengah 6 api mulai bisa dikendalikan oleh petugas pemadam. Tak lama kemudian api berangsur-angsur mati. Alhamdulillaah..

Keadaan di depan rumah cukup parah, beberapa pohon hangus, tiang listrik, kabel-kabel listrik dan telepon juga hangus. Sewaktu api menyamber kabel-kabel ini, bapak-bapak berusaha memutuskan kabelnya dengan galah panjang karena takut apinya menyebar ke rumah-rumah lain lewat kabel listrik.

Menjelang maghrib api pun berhasil dipadamkan. Orang-orang lega, dan gerombolan masa yang datang "cuma untuk menonton" mulai pulang. Alhamdulillaaaaah banget apinya nggak menyebar ke rumah-rumah lain. Semua warga shock, sport jantung, lemas. Jangankan warga sana, saya pun lemas melihat kebakaran secara langsung di depan mata dan rumah sendiri yang terancam dilalap api.

Saya nggak kuat mengambil gambar waktu api masih sangat besar dengan asap hitam yang membumbung tinggi. Ya iyalah..siapa juga yang tega mefoto rumahnya yg hampir terbakar -__- Tapi sewaktu mau pulang, saya lihat ramai sekali mobil pemadam berderet dan bahkan ada reporter yang meliput -___-
Astagfirullah, peristiwa menjelang Ramadhan kali ini benar-benar menakutkan, jangan sampai terulang lagi. Tapi alhamdulillah kami sekeluarga dan rumah kami masih dilindungi.. :'(

Friday, July 22, 2011

The Unqualified

Rabu, 20 Juli 2011. Harusnya menjadi kuliah terakhir kami untuk program D3 STAN ini (Siapa tau masih lanjut D4 di sini kan.. Aamiin..). Tapi ternyata kuliahnya dibatalkan. Jadilah kuliah terakhir kami itu berarti yang terakhir adalah hari Selasa.

Tetapi, teman-teman tentu saja nggak rela kuliah terakhir mereka berlalu begitu saja tanpa ada yang spesial. Jadilah itu kami disuruh berkumpul di air mancur untuk...sesi foto bersama dosen. :D


Inilah mereka. Yang telah mengisi satu tahun terakhir di STAN. Kelas terujung, 3U. Tapi mudah-mudahan penempatannya nanti nggak di ujung-ujung Indonesia ya...

Saya akan merindukan kalian!!
xoxo


Ayam Gepuk Bintaro

Inilah salah satu makanan favorit saya di sekitar kampus: Ayam Gepuk 29. Letaknya tepat di seberang gerbang STAN Bintaro, yaitu di jalan Bintaro Sektor 5.

Bagi saya yang tidak begitu suka pedas, entah mengapa pedasnya sambal ayam gepuk ini mampu mengalahkan ketidaksukaan saya pada pedas. Dengan 2 jenis pilihan menu, yaitu ayam goreng gepuk dan ayam bakar gepuk, tempat ini selalu ramai dikunjungi pada waktu makan siang.


Menu favorit saya di sini yaitu ayam bakar gepuk. Sebenarnya bukan benar-benar ayam bakar karena ayam yang sudah dibumbui diletakkan di penggorengan dari tanah liat untuk dipanggang. Setelah itu, ayam dipenyet-penyetkan serta diberi sambal di atasnya. Begitu pula dengan ayam goreng, setelah digoreng, ayam dipenyetkan serta diberi sambal dan ditaburi bawang goreng.

Saya suka dengan rasa ayam dan sambal di sini. Ayamnya gurih dan bumbunya terasa, cocok sekali dengan paduan sambal di atasnya.



Untuk minuman, saya suka sekali dengan es timunnya, benar-benar segar. Es timun ini terdiri dari buah timun yang diparut halus serta disajikan dengan sirup rasa melon.



Soal harga, tidak perlu khawatir karena menu ayam bakar atau ayam goreng dengan lalapan dan nasi dapat dinikmati dengan harga Rp13.ooo saja, sedangkan es timun seharga Rp4.000.



Benar-benar menu favorit saya, khususnya untuk makan siang. :D

Tuesday, July 19, 2011

Jadwal Kompre Dimajuin? Jalani aja :D


Hari ini anak tingkat 3 akun geger. Nggak lain dan nggak bukan yaitu karena dua lembar kertas yang diselipin di absen dan berjudul "Surat Edaran". Ya gimana nggak pada heboh, ternyata surat edaran dari sekretariat itu isinya jadwal ujian kompre. Yang tiba-tiba dimajuin 1 bulan. Alamaaak...

Awalnya jadwal ujian kompre kami yaitu tanggal 12 September, sehabis lebaran. Tapi menurut jadwal baru, kompre dilaksanakan tanggal 18 Agustus, tepatnya pada bulan Ramadhan. Yaa salaam..bisa-bisanya perubahan secepat itu untuk hal yang penting kayak gini.

Kontanlah anak-anak tingkat 3 akun mendadak jadi pada galau. Ada yang udah beli tiket mudik soalnya, otomatis kan tiketnya hangus kalo nggak dijual lagi. Banyak juga yang teriak-teriak belum siap kompre.

Ekspresi saya? Awalnya sih kaget, tapi selanjutnya ya udah sih terus mau diapain lagi? Ambil positifnya aja, berarti lebaran nanti kan kita udah gak perlu belajar buat kompre lagi. Lebih cepat tenang pikiran.

Gak usah terlalu panik juga, yang penting persiapin diri aja. Inget deh waktu awal-awal nyusun KTTA kita pada galaunya minta ampun. Waktu surat survey belum keluar. Waktu belum dapet data. Waktu dosbing susah banget ditemui. Waktu KTTA belum jelas udah dinilai apa belum. Tapi akhirnya? Alhamdulillah kita bisa melewatinya kan?

Jadi gak perlu risau, galau, gundah, gulana yang berlebihan. Karena itu semua cuma akan buang-buang energi. Just face it. Belajar, berdo'a. Pasti bisa.

Jadi inget jokes anak-anak kalo lagi ada keputusan yang kurang jelas macem gini, "Satu-satunya hal yang paling pasti di kampus ini adalah ketidakpastian" (diadaptasi dari hukum relativitas newton, hehehe).

Pokoknya, Semangat KOMPRE, Menuju WISUDA!! Bismillahirrahmaanirrahiim.... ;)

Ini Lhooo KTTA Saya :D

Cuma mau cerita, kemarin saya udah ngumpulin Karya Tulis Tugas Akhir alias KTTA versi hardcover ke sekretariat. Ngumpulinnya paas banget pas hari deadline.

Alhamdulillaah..akhirnya jatuh, bangun, pasang, surut, maju, mundur saya menyusun KTTA ini bisa terrlewati. Mudah-mudahan bermanfaat. ^^

Jadi, ini lhoo wujudnya KTTA yang sering saya ceritain panjang lebar itu.. Setelah dihardcover jadi kelihatan eksklusif dan elegan kan? :P





Judulnya: "Evaluasi atas Pengurusan Barang Rampasan Negara dan Barang Gratifikasi sebagai Barang Milik Negara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk Periode 2008-2010". Kalo sekiranya ada temen-temen yang butuh KTTA ini untuk referensi, ya siapa tau aja gitu untuk nulis skripsi atau karya tulis, bisa komen/email aja ya ke saya, nanti saya kirim softcopynya. :D

Akhir kata, TERIMA KASIH BUAAAAAANYAAAAAKK buat semua pihak yang telah membantu saya baik riil maupun moril dalam penyusunan KTTA ini. Ai lopyu pull dah! :-*

Sunday, July 17, 2011

Happy Ending Margacinta

Lagi-lagi kisah tentang Margacinta. Belum berakhir? Ya. Hari Kamis, 14 Juli 2011, tepat 2 bulan setelah kisah KTTA kami di Margacinta, akhirnya kami kembali ke sana. Memang dari dulu kami berniat untuk berkunjung lagi ke rumah Dosen Pembimbing kami di Margacinta untuk bersilaturahmi jika sudah wisuda nanti. Tapi kenyataannya kami ke sana lebih cepat dari yang direncanakan: untuk meminta tanda tangan di lembar persetujuan dan penilaian pada KTTA versi hardcover nantinya.

Perlu diketahu bahwa batas pengumpulan KTTA versi harcover adalah tanggal 18 Juli 2011 besok. Kurang beberapa hari lagi, sedangkan dosen pembimbing saya dikabarkan masa pensiunnya dipercepat karena beliau sakit. Maka dari tu, kami sekelompok harus kembali ke Margacinta, Bandung untuk meminta tanda tangan Pak Dosbing tercintah :D.

Seperti perjalanan sebelumnya, kami berangkat bersama ke Bandung dengan menyewa mobil. Kami berangkat sekitar pukul 9 pagi. Di perjalanan, Ilham mencoba menghubungi Pak Dosbing, dan ternyata tumben sekali beliau mengangkat teleponnya. Beliau bilang bahwa di atas jam 11 mungkin beliau tidak bisa karena istri Pak Dosbing kami tersebut harus pergi ke kantor sehingga di rumah tidak ada orang. Ya, Ilham pun menyanggupi untuk sampai di sana pukul 11. Padahal pada saat itu kami baru masuk tol Bintaro. Akankah kami menempuh Bintaro-Bandung dalam waktu 2 jam saja? Kita lihat kelanjutannya... :D

***

Keajaiban pun datang. Pukul 11.10 entah-bagaimana-caranya tiba-tiba kami sudah sampai di depan rumah Pak Dosbing. Tapi ternyata sepi sekali di sana. Ilham ketok-ketok pintunya, pencet bel, tapi tak ada jawaban. Anggota kelompok lainnya? selonjoran di teras depan rumah Pak Dosbing menyemangati si Ilham. :P

Kami tunggu semenit..dua menit..tiga menit.. tak kunjung ada jawaban. Kami memutuskan untuk menunggu saja. Akhirnya setelah sekitar setengah jam, Ibu datang, pintu terbuka, Pak Dosbing pun menyambut kami. Senangnya.. ^^. Di dalam rumah, kami mengobrol santai dengan Beliau, Beliau tampak agak kurusan tapi terlihat lebih segar dari saat kami ke sana sebelumnya. Pak Dosbing menanyakan kabar penutupan program D3 STAN, serta mengutarakan pendapatnya yang sangat brilian menurut saya. Pembicaraan yang sangat menarik. Kami pun disuruh mengumpulkan lembar-lembar yang harus ditandatangani dan beliau menandatanganinya satu per satu.

Yup. KTTA done. Tinggal di-hardcover. Setelah ngobrol beberapa lama adegan terakhir sangat mengharukan. Pak Dosbing meminta kami berdelapan menuliskan nama dan tanda tangan di selembar kertas, kata beliau untuk kenang-kenangan ;'). Setelah itu kami pun berfoto bersama di depan rumah beliau. What a sweet moment with them :)



Baim, Rara, Ilham, Indro, Indra, Jerry, Ika, Ichsan.
Pak Qeys beserta istri

Inilah potongan cerita dalam proses penyusunan KTTA kami. Kisah yang cukup panjang, suka, suka, susah, dan berakhir bahagia. :')

***

Dari Margacinta, kami berencana pergi ke Dago. Tetapi sayangnya, setelah kami selesai makan siang, justru hujan turun sangat deras. Tidak memungkinkan untuk main-main dulu. Dengan berat hati, kami pulang ke Jakarta.

Kesalnya, waktu sampai tol ternyata cuaca malah cerah sekali. Nyesel lah langsung pulang, tapi udah terlanjur. Akhirnya kami putuskan untuk pergi ke Masjid Kubah Emas di Depok sekalian shalat Ashar dan Maghrib. Kalo di perjalanan ke Margacinta yang lalu kami akhiri di Masjid At ta'awun, Puncak, perjalanan kali ini kami akhiri di Masjid Kubah Emas, Depok.




This is not the end of our story, but just a little piece of it.



Monday, July 4, 2011

A Half Day Jakarta

On Saturday, I planned to visit Pesta Buku Jakarta at Istora Senayan. First, I didn't have anyone to go with, (how pity I am..) because nenek was going to Cileungsi for climbing and Niun had a class at that day. Until I got a message that Niun's class was cancelled so she could go with me. Hohoho..

She was very enthusiastic because yeah, she is crazy about reading, not like me -__-. So, we went to Senayan by Kebo. Unfortunately, the traffic was stuck especially in front of Cipulir. Zzz..It took about almost a half hour just for passing Cipulir.

Finally, we arrived at Istora Senayan at about 2.30 pm. Books were everywhere..yiihaaa... But, still, I couldn't find Lupus. Huhuhu T_T

Guess, how many books did Niun buy? Five. Ckckck.. How rich she was, huh.. :D I just bought 2 books: Dee's Madre and a book about BJ Habibie. Actually I bought a book about BJ Habibie just because it was on sale, IDR20.000 for a hardcover book. But I'm not sure that I could finish reading it.. :P

Niun bought 2 Pramoedya books, 1 novel Andrea Hirata, and 2 IDR20.000-on sale-hardcover books :P.. Finished looking for books then we took some pictures, as usual. We went to the top hall of Istora and..here we are...









When we went out from Istora, we saw that there was an event held by Nova: Pasar Nova 2011. There were so many bazaar and food stalls. I found something which I fave so much, "Risoles isi smooked beef, mayo dan keju". Hmm.. yummy... After that, we continued our tour in Pasar Nova, taking pictures of course :D









At 5 pm we went to Masjid Al Bina to pray Ashar. Then we waited at there until Maghrib. After praying Maghrib, we suddenly got an idea: going to Monas. Hoho.. A happy Saturday night. There were so many people at Monas. I guess that it was a school holiday so that parents also took their children to go out.

Guess what I and Niun did at Monas on Saturday night? Watching topeng monyet XD.. Silly Saturday night, wasn't it? :D

At 8.30 p.m. we're going home because it was getting night and Monas became more crowded. Love travelling-to wherever-we-want like this! :D

Kisah Malang Miki dan Mini.


Cukup lama nggak posting di blog. Kali ini saya membawa berita duka. Masih ingat kan posting saya sebelumnya tentang dua ekor burung puyuh peliharaan saya? Nah, akhirnya mereka saya beri nama: Miki yang jantan, Mini yang betina. Karena saya belum juga mendapatkan kandang yang pas untuk mereka, saya akhirnya masih menggunakan sebuah kardus untuk tempat berlindung mereka di malam hari, sedangkan pada siang hari Miki dan Mini saya lepaskan di halaman depan rumah.

Sampai suatu hari, ketika saya pergi ke tukang jual makanan ternak, saya melihat ada sebuah kurungan ayam kecil yang terbuat dari bambu. Terbesit pikiran untuk membeli kurungan ayam itu untuk si Miki dan Miini, dan akhirnya benar-benar saya memboyong pulang kurungan ayam tersebut menggunakan motor.

Esok paginya, saya masih tidur ketika tiba-tiba terdengar suara mama jerit-jerit di luar. Ternyata lagi heboh mengeluarkan si Miki dan Mini dari kardus. Akan tetapi, tiba-tiba kedua puyuh itu meloncat keluar dan agak hiperaktif, entah kenapa. Sampai akhirnya mama menggunakan kurungan ayam bambu untuk kedua puyuh itu, niatnya biar mereka diam dan makan dulu. Akan tetapi, ternyata perkiraan mama salah. Si Mini langsung loncat-loncat memberontak pada saat dikurung kurungan bambu. Hiperaktif sekali, sampai-sampai kakinya berdarah terkena gesekan bambu dan beberapa hari setelahnya dia berjalan dengan satu kaki. Maaf Mini T__T.

Mini berjalan pincang selama beberapa minggu. Kami sempat beberapa kali mengobati kakinya dengan Betadine, bahkan Babeh mengira kakinya Mini patah karena lukanya menggembung seperti bengkak.

Lambat laun kaki Mini mulai pulih. Meskipun masih jalan terpincang-pincang, tetapi ia mulai bisa menggunakan kakinya yang sakit. Saya juga heran kenapa Miki dan Mini jadi sangat hiperaktif semenjak mereka diberi makan lipur. Apakah mereka salah makan?

Kehiperaktifan merekan menyebabkan hal yang semakin fatal. Hari tu, pagi-pagi, tiba-tiba Miki bisa terbang sampai meloncati pagar rumah saya yang tingginya sekitar 1,8 meter. Mama heboh lagi, tapi untungnya Miki masih bisa ditangkap. Lega. Sementara. Sampai siang harinya ketika saya pulang kuliah, saya tidak menemukan Miki lagi. Ya, Miki hilang. Mungkin dia terbang dan tidak ada yang melihat. Saya mencarinya sampai keliling taman dan SD di depan rumah saya, tapi nihil. Miki hilang. Maaf Miki T__T.

Mini menjanda. Ia sendiri, gak ada teman. Tapi kakinya semakin pulih. Ia bisa bermain-main mengorek-ngorek tanah lagi. Kebiasaannya ketika siang ia bermain di pojok halaman, dan ketika sudah sore, ia ke tengah halaman, seperti sudah mengerti saatnya kembali ke kandang kardus (sejak insiden kaki Mini, kurungan ayam tidak pernah saya gunakan lagi).

Siapa sangka ternyata nasib Mini akan berakhir dengan tragis. Berakhir untuk selamanya. Malm itu, Mini belum dimasukkan. Kebetulan ada teman saya (yang dulu memberikan Miki dan Mini untuk saya) sedang di rumah. Ketika teman saya akan pulang, dia berniat memasukkan Mini ke kardus. Teman saya pun mencarinya ke pojok halaman rumah kami yang cukup gelap, diikuti saya di belakangnya. Namun Mini tidak ada. Sampai saya menyadari suatu bunyi yang aneh "crek...". Saya belum ngeh sampai saya melihat sesuatu yang sangat mengenaskan...Mini sekarat...terinjak oleh saya. ASTAGFIRULLAH... Saya langsung teriak, gak peduli saat itu sudah malam. Sampai Mama dan Babeh kaget, mereka langsung keluar melihat apa yang terjadi.

Teman saya langsung mengangkat badan Mini, lehernya lemas, seperti patah. T____T Ya Allah, nggak tega banget ngeliatnya. Beberapa menit kemudian Mini gak bergerak lagi, mati. Nyesek. Nyesel banget. Kenapa saya gak hati-hati sampai bisa-bisanya menginjak burung puyuh peliharaan saya sendiri.. Nyesel senyesel-nyeselnya T____T

Saya merasa berdosa banget udah menginjak Mini sampai mati seketika. Tapi gak bisa apa-apa lagi. Mininya sudah mati. Babeh langsung menguburnya di taman depan rumah. Maaf Mini T___T

Kejadian ini mirip dengan kejadian beberapa tahun lalu ketika saya tidak sengaja menggencet kura-kura brazil peliharaan kakak saya di pintu, sampai ususnya terburai.

Astagfirullahaladziim...mungkin untuk beberapa waktu yang cukup lama saya nggak akan melihara apa-apa dulu. Saya trauma..

Monday, June 13, 2011

Silat 3 SPEAK "Tour de Gintung"

Hari Minggu tanggal 12 Juni 2011 kemarin merupakan hari yang spesial. Setelah berkecimpung di SPEAK selama 2 tahun, dan setelah beberapa minggu lalu diadakan sertijab, maka kemarin secara "informal" masa kepengurusan di SPEAK telah berakhir.

Silat SPEAK, kami menyebutnya begitu. Eits, jangan berpikir ini acara silat beneran. Benar-benar beda. Silat itu singkatan dari silaturahmi (kalo gak salah :P). Nah, acara ini rutin diadakan oleh pengurus SPEAK sebagai ajang untuk refrehing, santai-santai, dan mengakrabkan diri sesama pengurus SPEAK.

Yang beda di Silat SPEAK kemarin yaitu Silat tersebut merupakan yang terakhir di kepengurusan 2010/2011 T__T. Oleh karena itu, Silat kemarin dikemas secara "spesial", kami bersama-sama pergi ke situ Gintung. Lho, bukannya situ Gintung udah kering airnya karena musibah jebolnya tanggul sekitar setahun yang lalu? Iya sih, situnya memang sudah kering, tapi ternyata tempat tersebut masih lumayan ramai dikunjungi sebagai tempat wisata. Selain situ, ternyata ada arena outbond, kolam renang, serta hutan kota yang masih banyak menjadi tempat berkumpul para pengunjung.

OK, pagi itu pun kami berangkat dari kampus. Ada yang naik motor, ada yang naik angkot. Dari STAN ke Gintung yang terletak di Ciputat, jaraknya cukup dekat sehingga tidak sampai sejam kami sudah sampai di sana. Acara hari itu pun di isi dengan 4 games yang seru antara kelompok tingkat 2 melawan kelompok tingkat 3. Tapi ternyata kelompok tingkat 2 yang berhasil menang T_T.


Kelompok tingkat 3 di sesi games

Yang kalah wajahnya kena coret cat air (with Novi)

Setelah games acara dilanjutkan dengan sesi curhat, pembacaan award2, tukar kado, serta testimoni. Nah di sesi curhat ini suasana jadi mengharu-biru, beberapa ada yang sampai termehek-mehek saking terharunya. Siapa aja ya? *siul-siul*

Di akhir acara, semua foto bareng. Haaaaaa....saya akan merindukan masa-masa ini. SPEAK..SPEAK..SPEAK, salam sayang dari anakmu yang nakal.


SPEAK 2010/2011 Jayalah Selalu!



Sunday, June 12, 2011

Chiz n Chic Binus

Salah satu tempat makan favorit saya yaitu Chiz n chic (CnC) yang terletak di Jalan U, dekat kampus Bina Nusantara (Binus), Jakarta Barat. Seperti nama tempatnya, makanan yang dijual di sini sebagian besar berbahan dasar daging ayam dengan variasi tambahan keju.

Hal yang istimewa di CnC ini yaitu harga makanannya yang cukup murah, yaitu di bawah 20 ribu rupiah. Dengan menu dan rasa yang sama, kita biasanya harus merogoh kocek lebih dalam jika makan di tempat lain. Mungkin karena letak CnC di tengah-tengah daerah kos-kosan mahasiswa, maka harganya pun harga standar mahasiswa.

Menu favorit saya yaitu chicken cordon bleu. Dengan hanya Rp 16 ribu saja kita sudah dapat menikmatinya. Pilihan saus yang ditawarkan juga beragam, antara lain blackpepper, mushroom, barbeque, dan mayo. Setiap menu juga memiliki 2 pilihan untuk disajikan dengan nasi maupun dengan kentang goreng.

Pilihan menu lain yang juga patut dicoba antara lain: chicken with melted cheese, chicken curly, dan cheesy chic. Semuanya lezat, apalagi menurut saya yang pada dasarnya suka sekali dengan keju :9.

Chicken Curly dengan Saus Blackpepper dan Mushroom


Cheesy Chic dengan Saus Barbeque (Potongan ayamnya tertutup keju :D)

Saturday, June 11, 2011

Atas Nama Kreativitas: "Presiden" Maicih yang Tersohor

" #maicih
CIREBON 11/6/11 jendral gentayangan di depan mie get smp 5 jam 18.30-potol avanza merah E 1451 YC. Stok lengkap."
Begitulah bunyi salah satu tweet yang sering kali kita lihat apabila kita mem-follow akun twitter @infomaicih. Jenderal? Bukan, Jenderal yang dimaksud di sini bukanlah Jenderal sebenarnya, melainkan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut reseller atau distributor keripik Maicih.

Ya, nama produknya yaitu Maicih. Snack khas Bandung yang berupa keripik singkong, gurilem, dan keripik seblak ini disulap menjadi produk istimewa oleh Reza Nurhilman, sang produsen Maicih. Reza, yang dikenal di dunia twitter dengan nick name @axltwentynine ini juga bergelar sebagai Presiden Maicih.

Sebenarnya apa yang istimewa dari produk keripik Maicih? Sejak awal tahun 2011, keripik Maicih mulai ngetrend dibicarakan di dunia maya, khususnya di facebook dan twitter. Tidak seperti keripik oleh-oleh Bandung yang biasanya, keripik Maicih yang memiliki level kepedasan mulai dari 1 hingga 10 ini memang memiliki strategi pemasaran lewat twitter.

Setiap hari, akun twitter @infomaicih akan mengupdate lokasi-lokasi "Jenderal" mereka yang berjualan Maicih. Perlu diketahui bahwa "Jenderal-jenderal" Maicih tersebut tersebar di berbagai daerah, bukan hanya di Jakarta dan Bandung, bahkan sampai ke luar negeri. Dari akun twitter itulah Icihers (istilah bagi para konsumen Maicih) dapat mengetahui di mana mereka dapat membeli produk Maicih. Para "Jenderal" Maicih ini biasanya berpindah lokasi setiap hari. Mereka berjualan Maicih dengan mobil atau dapat juga membuka stand di sebuah acara.

akun twitter @infomaicih

Menurut sebuah artikel yang bersumber dari Koran Tempo, Reza Nurhilman sang Presiden Maicih merupakan seorang mahasiswa Universitas Maranatha di Bandung. Pada tahun 2008, Ia diajak seorang kawannya menemui seorang nenek di daerah Cimahi yang biasa membuat keripik singkong. Nenek tersebut memasarkan keripiknya masih dalam jumlah yang terbatas. Selanjutnya, Reza mulai mulai berminat untuk berbisnis keripik.

Pada Juni tahun 2010, Reza kembali menemui nenek tersebut untuk meminta resep keripik singkong buatan sang nenek yang rasanya enak. Mulai dari situlah Reza meniti karirnya berbisnis keripik Maicih.

akun twitter "Presiden" Maicih

Nama Maicih sendiri diambil dari istilah dompet kecil yang sering dibawa ibu-ibu. Menurut saya, nama tersebut merupakan nama yang unyu kalau kata anak sekarang. Selain itu, produk Maicih juga memiliki simbol seorang nenek tua dengan penutup kepala yang dikelilingi oleh lingkaran cabe, pas sekali image yang dibangun sesuai nama merknya. Tidak hanya itu, jika kita lihat para Icihers di twitter, mereka akan menyebut produsen dengan kata "Emak" dan konsumen berperan sebagai "cucu". Hubungan yang unik bukan.. :D

Lambang Maicih

Nah, berangkat dari rasa penasaran karena ingin tau gimana sih rasanya keripik Maicih ini, akhirnya siang tadi saya berhasil mencobanya. Sebenarnya saya memang sudah menunggu timeline @infomaicih sejak beberapa hari lalu, mencari tau di mana penjual terdekat Maicih pada hari tersebut. Ternyata, kebetulan sekali tadi pagi saya lihat bahwa ada penjual Maicih yang hari ini berjualan di kampus Universitas Mercubuana. Karena letaknya tidak jauh dari rumah, akhirnya saya langsung pergi ke sana.

Singkat kata, bertemulah saya dengan Jenderal Maicih di sana. Ternyata ada 3 produk yang dijual, yaitu keripik singkong, gurilem, dan seblak. Dari ketiga produk tersebut terdapat kesamaan yaitu sama-sama berbahan dasar singkong dan sama-sama kelihatan biji-biji cabe rawitnya alias pedas. Gurilem dan seblak harganya Rp17000 per bungkus kecil, sedangkan keripik singkong tidak dijual satuan, tetapi paketan. Akhirnya untuk percobaan saya membeli sebungkus gurilem.

Gurilem Maicih

Sesampainya di rumah, saya langsung mencoba gurilem tersebut dan rasanya? WOW! Super pedass.. Bukan hanya saya, yang notabene tidak kuat makan pedas, yang mengatakan demikian, melainkan juga mama dan kakak saya yang mencoba. Tetapi, babeh yang ikutan nimbrung malah suka sekali makan gurilem ini, pedasnya pas katanya.. ckckck.

Anehnya, meskipun rasanya lidah ini sudah panas, tetapi saya malah ketagihan, makan dan makan lagi Maicihnya. Mungkin ini yang disebut sebagai "tericih-icih". Hehehe...

Dari pengamatan saya terhadap produk Maicih, proses pemasaran yang unik, serta perjalanan ditemukannya Maicih ini oleh Reza, sang owner sekaligus Presiden Maicih, saya dapat menyimpulkan bahwa produk Maicih tersebut lahir sebagai bentuk kreativitas dari pemiliknya. Sang owner Maicih mampu melakukan inovasi dengan cara membuat suatu ciri khas dari produknya sehingga keripik singkong pedas yang awalnya hanya diproduksi dan dipasarkan secara terbatas dapat menjadi keripik Maicih spesial yang sekarang sangat dikenal. Selain merk dan kemasan, Ia juga membuat image tersendiri terhadap produknya sehingga lebih dikenal oleh para produsen dengan tetap menjaga rasa pedasnya yang unik serta kualitas dari produknya.

Salah satu bentuk kreativitas lain dari sang pemilik Maicih ini yaitu cara pemasaran yang digunakan. Ia mampu mengembangkan produknya dalam waktu singkat dengan cara melakukan promosi di dunia maya, melaui twitter dan facebook. Presiden Maicih juga mengawali pemasaran produknya dari kalangan pelajar dan mahasiswa sehingga produknya cepat dikenal. Hal ini disebabkan pada usia-usia tersebut, orang-orang biasanya selalu ingin mencoba sesuatu yang baru, terutama yang ramai dibicarakan dalam pergaulannya.

Saat ini, produk Maicih tidak hanya dikenal oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, bahkan sampai kalangan artis pun sudah mencobanya. Reza, sang Presiden Maicih juga semakin dikenal karena kesuksesan produknya yang saat ini telah menjadi salah satu icon oleh-oleh dari kota Bandung. Ia bahkan mulai diundang menjadi pembicara dalam seminar-seminar kewirausahaan.

Dari sini saya dapat melihat bahwa kita harus selalu mengasah kreativitas dengan cara melakukan inovasi, melakukan sesuatu yang "beda", terus menggali potensi diri, serta jangan ragu untuk mencoba sesuatu yang baru.

Satu lagi pesan dari Maicih yang selalu menjadi slogan di kemasan produknya: "For Icihers With Love". Oke deh Mak, mantap! :)

Tuesday, June 7, 2011

Anggun - Hanyalah Cinta

Akhir-akhir ini lagi sukaaa banget sama lagu-lagunya Anggun, terutama lagu Mimpi, Hanyalah Cinta, sama Snow on the Sahara. Keren banget sih suaranya. Sebenernya awalnya saya ketularan Mama saya yang dari dulu emang suka sama Anggun, low profile meskipun udah go international, kata Mama. Eh lama-lama saya yang tadinya biasa-biasa aja, malah jadi suka sama lagu-lagunya Anggun C. Sasmi ini. :D

Ini salah satu video klipnya di youtube yang berjudul Hanyalah Cinta. Huhuhuuu..mantap!


Lirik lagu Anggun Hanyalah Cinta

semua yang telah aku dapat
indah dan gemerlap
satu hari kan pudar
dan sinarnya akan hilang

sesuatu yang telah aku raih
di dalam hidup ini
tak untuk selamanya
ini semua sementara

reff:
yang aku cari hanyalah cinta
hanya cinta yang tak terganti
yang aku mau hanyalah cinta
hanyalah cinta yang ku beri

yang selalu ku tunggu hanyalah cinta
hanya cinta yang tak terganti
yang aku nanti hanyalah cinta
hanyalah cinta yang abadi

mencari artinya hidup ini
detak waktu masih ada
ada yang paling berwarna
apa yang kan sia-sia

repeat reff

abadi, abadi, hanyalah cinta
hanya cinta ooh

repeat reff

abadi

lyrics source: gudanglagu.com

Hubungan Januari dengan Juni

Januari dan Juni memiliki hubungan yang sangat erat. Mekipun Januari adalah bulan pertama, sedangkan Juni adalah bulan keenam.

Sejak saya lahir, Januari dan Juni telah menjadi bulan yang spesial bagi saya. Begitu pun ketika saya beranjak dewasa.

Saya gembira setiap menapaki bulan Januari. Tahun yang baru. Resolusi-resolusi baru siap diwujudkan.

Juni, berada di tengah tahun. Tepat di mana resolusi awal tahun yang telah saya rancang biasanya terwujud. Juni juga sering menjadi bulan yang-entah-kenapa membuat hati saya galau. Meskipun begitu, saya suka bulan Juni. Benar-benar spesial.

Jika Januari merupakan pergantian tahun, Juni adalah pergantian lingkungan. Lingkungan? Ya. Juni adalah akhir tahun ajaran ketika masa sekolah dulu. Ini berarti setelah Juni saya bertemu teman-teman baru, baik di kelas baru, maupun di sekolah baru.

Januari dan Juni. Sudah ditakdirkan memiliki hubungan yang sangat erat. Bagai hubungan Ibu dengan anak. Ya, karena saya lahir di bulan Januari, dan Mama lahir di bulan Juni. Begitulah hubungan spesial Januari dengan Juni ini diciptakan.
Happy Birthday to My Hero, My Angel, My Mother. Wish you always be healthy and happy. Unlimited love-love-love-love for you.

Mama dan Babeh saya

Wednesday, June 1, 2011

Puyuhnya Datang, Puyuhnya Bertelur

Puyuhnya akhirnya dataaang... Setelah "mereka" menempuh perjalanan 12 jam naik kereta dan bis dari Klaten, Jawa Tengah, akhirnya mereka sampai di Jakarta. Jadi ada 2 puyuh, jantan dan betina. Kasian juga mungkin mereka jet lag karena sepanjang perjalanan hanya bisa duduk manis di sebuah besek bambu. Awalnya saya mau langsung mencarikan kandang buat mereka, tetapi karena belum nemu yang cocok, jadi sementara mereka akan tinggal di kardus dulu.

Sesampainya di rumah, saya buru-buru ingin membuka besek bambu yang berukuran sekitar 30 cm x 30 cm itu. Kepala puyuhnya pun menyembul dari salah satu lubang kotak tersebut. Setelah saya buka, tebak apa yang terjadi? PUYUHNYA SUDAH BERTELUR! :D Jadi kemungkinan si betina bertelur ketika mereka berada di kereta :')

Kejutaaaan...ternyata si betina sudah bertelur

Si puyuh-puyuh kelihatan agak stres sekali waktu saya buka kotaknya. Ya gimana nggak stres setelah 12 jam di perjalanan, ruang gerak pun sempit, belum lagi haus dan lapar. Akhirnya langsung aja saya kasih makan dan minum ke dua makhluk "buntel" tersebut :D

Setelah mereka puas makan dan minum, saya mulai melepaskan kedua puyuh tersebut di halaman rumah, biar mereka bisa lebih relaks main-mainnya. Dan benar saja, mereka yang awalnya seperti stres jadi kelihatan lebih segar.


Nah, waktu udah sore, itu puyuh-puyuh kan saya masukin lagi ke kardus, niatnya sih supaya mereka nggak kedinginan dan nggak dimakan kucing. Beberapa saat saya tinggal mereka. Dan waktu saya tengok lagi ke dalam kardus, apa yang terjadi? Puyuhnya bertelur lagi... ~(^,^~)3 Hahaha seneeeeng banget. Jadi sekarang telurnya udah ada 2 butir. Gak sabar..Gak sabar.. apa besok bakal bertelur lagi? (^,^)/

Oh iya, sampai sekarang mereka belum saya kasih nama. Masih mencari dulu nama yang pas buat si puyuh-puyuh gembul ini. Sekian dulu deh ya cerita tentang puyuhnya.. :D






Tuesday, May 31, 2011

Wafer "Super..man!" Berubah Nama Jadi "Superstar!"

Wafer Superman merupakan salah satu jajanan favorit saya sejak kecil sampai sekarang. Wafer ini adalah salah satu jajanan yang bertahan cukup lama di dunia "perjajanan" yang masih mempertahankan kemasan, merk, serta cita rasanya (duileee..).

Akan tetapi, ketika kira-kira seminggu yang lalu saya membeli wafer Superman dari warung dekat rumah, saya agak heran karena melihat merk wafer tersebut sekarang telah berubah nama menjadi Superstar. Sempat terpikir jangan-jangan ini merk tiruannya, tetapi kemasannya benar-benar sama, berwarna orange, keluaran "Roma", dan ada foto tiga orang di sebelah kiri. Oke, jadi saya menyimpulkan wafer ini memang sudah berganti merk.

Namun hal sebaliknya terjadi ketika saya membeli wafer tersebut di kantin kampus saya beberapa hari kemudian (ketahuan banget deh ini kalo saya maniak wafer Superman -____-"), wafer dengan kemasan orange mencolok itu masih bermerk Superman, bukan Superstar seperti yang saya beli sebelumnya.

Jadi kesimpulannya, mungkin memang wafer Superman sudah berganti nama menjadi wafer Superstar. Karena stock di kantin kampus masih stock lama, jadi mereka masih menjual yang merk lama. Akan tetapi, menurut saya, rasa kedua wafer ini agak berbeda. Wafer Superstar lebih terasa enak cokelatnya dibandingkan wafer Superman. Ataukah mungkin produsen melakukan perubahan komposisi di samping perubahan kemasan?

Berikut perbandingan tampak wafer Superman dengan wafer Superstar:

Wafer Super...man!




Wafer Superstar!




Wafer Superman generasi tahun 90-an (perhatikan merknya deh, ternyata dari dulu merknya emang Superstar)



Jadi, pilih Superman atau Superstar? :D
 

Template by Suck My Lolly - Background Image by TotallySevere.com