Pages

Tuesday, January 8, 2013

Akhir 2012


Senin, 31 Desember 2012. Hari terakhir di tahun 2012. Saya dan si Pam2 berencana jalan-jalan, tapi nggak di Jakarta aja. Akhirnya melipirlah kami ke Bandung. Ke Bandung naik mobil? That's too mainstream, kekekek... Ya, kami naik kereta. Karena saya kangen dengan pemandangan di sepanjang jalur Parahyangan yang pemandangannya aduhaaai.... Kami berangkat dengan Argo Parahyangan dari Stasiun Gambir pukul 07.15.


Jegujes...Jegujes...Awas keretanya datang...


Reformasi Birokrasi Direktorat Jenderal Pajak di kursi kereta


Kanan-kiri hijaauuuu...
 

Pemandangan dari atas jembatan kereta
 

Jembatan Tol Cipularang terlihat dari tebing yang dilewati kereta 


Patung kereta api di depan Stasiun Bandung (Lhoh kok pake helm??)


Kami tiba di Bandung sekitar pukul 11 kurang 15 karena keretanya agak telat. Jadi terpaksa kami memundurkan tiket pulangnya agar tidak terlalu terburu-buru. Setelah mengurus administrasi tiket, kami keluar stasiun untuk bertemu dengan orang yang akan menyewakan motor.

Tujuan utama kami kali ini yaitu ke Punclut atau Puncak Ciumbuleuit. Jaraknya dari kota Bandung cukup dekat, kira-kira satu jam naik motor (pake nyasar dulu sih sedikit :p). Dari stasiun, kami berkendara ke arah flyover, kemudian lurus ke arah Cihampelas. Dari pertigaan sebelum Cihampelas, kami belok kiri, ke arah Ciumbuleuit.

Puncak Ciumbuleiut merupakan daerah dataran tinggi, di mana kita bisa melihat seluruh kota Bandung dari sini. Jalan menuju Punclut juga berkelok-kelok dan menanjak. Deg-degan juga, takut motornya nggak kuat karena kami  menyewa motor Honda Beat. Belum lagi bensinnya sekarat karena kami lupa mengisi ketika masih di bawah -___-"

Setelah melewati beberapa tanjakan tajam, tibalah kami di Punclut... Wooow.... Sepanjang jalan kita bisa melihat pemandangan kota Bandung yang terlihat kecil dikepung oleh pegunungan, seperti tepat di bawah langit. Sepertinya pemandangan malam hari juga nggak kalah bagusnya karena kita bisa melihat city lights kota Bandung.


Di sepanjang jalan juga banyak berjejer tempat makan yang menghadap pemandangan tersebut. Rata-rata tempat makannya berkonsep lesehan dengan makanan khas Sunda, seperti gurame, ayam bakar, pepes, dan sayur-sayuran. Setelah melewati beberapa tempat makan, akhirnya kami memutuskan makan di Balakecrakan karena perut sudah sangat lapar. 

 Begini penampakan tempatnya dari luar...

Ternyata tempat makannya ada di bawah, terdiri dari saung-saung bambu yang benar-benar menghadap pemandangan. Menu makanannya beragam, harganya juga cukup murah. Menu makanan favorit saya: gurame bakar, minuman favoritnya: susu murni hangat rasa stoberi (yang ini enak banget!)

 







Sekitar pukul 15.00 kami selesai makan dan kembali jalan-jalan. Sayangnya hari itu hujan, jadi jalan-jalannya terpaksa pake jas hujan T_T. Dari Punclut kami kembali ke arah Bandung, namun kali ini lewat Lembang. Jalannya menanjak luar biasa, sampai-sampai saya harus turun dan jalan kaki waktu di tanjakan karena motornya tidak kuat mengangkut 2 orang :'( Dari Lembang, keluar di daerah Geger Kalong, Kampus UPI, STPB, Setiabudi, dan kembali ke Cihampelas. Kemudian kami mampir sebentar di Ciwalk dan Cihampelas untuk sholat Ashar dan belanja.

Pukul 18.00 kami kembali ke Stasiun Bandung untuk bersiap ke Jakarta dengan kereta yang berangkat pukul 19.50. Kami tiba di Gambir sekitar pukul 23.00 dan keadaan di depan Stasiun Gambir ternyata luar biasa ramainya. Bukan, bukan ramai oleh penumpang, melainkan ramai oleh warga ibukota yang sedang berteduh dan menunggu acara perayaan tahun baru. Ckckck.. Banyak dari mereka yang membawa anak-anak dan menggelar tikar di teras Stasiun Gambir karena mau ke Monas tetapi masih hujan.

 


Awalnya kami mau langsung pulang, ogah ikut-ikutan merayakan tahun baru karena sudah gempor seharian jalan-jalan. Tapi......ketika kami keluar Stasiun Gambir, jreeeeeeng...... Beginilah kondisi di jalan:


Boro-boro mau cepat sampai rumah, jalan dipenuhi lautan kendaraan motor dan manusia. Semua tumpah ruah. Jalan Medan Merdeka pun ternyata sudah ditutup. Akhirnya pukul 00.00 kami masih berada di sekitar Monas. Semua kendaraan berhenti dan orang-orang memasang kembang api di tengah jalan....


Di depan Tugu Tani keadaannya juga sama. Taman di Tugu Tani penuh orang dan menjadi tempat parkir motor dadakan. Anak-anak kecil naik ke atas mikrolet dan menari-nari. Astagfirulllah, anak siapa sih itu -__-. Pokoknya semua jalan macetcetcet. Samapi kami harus memutar mencari jalan yang bisa lewati. Kami ke arah Menteng, Manggarai, dan keluar di jalan Karet Kuningan. Alhamdulillaah setelah itu jalannya lancar. Tebak jam berapa saya sampai di rumah? Jam 2 pagi -____-


Thursday, November 22, 2012

Wednesday, November 14, 2012

Kejar-kejaran Pagi ala James Bond

Tiada pagi yang lebih indah dan penuh semangat selain pagi menjelang long weekend, libur 4 hari. Sayangnya, saking terbawa suasana santai menjelang libur, saya terlambat mandi pagi karena keasyikan nonton TV. Otomatis terlambat mandi ini berimbas pada rentetan aktivitas pagi berikutnya, terlambat sarapan, terlambat menyiapkan motor, dan terlambat berangkat ke kantor. Alhasil yang biasanya pukul 7 kurang 5 saya sudah berangkat, pagi ini baru pukul 7 lewat 3 saya keluar dari gerbang rumah. Meskipun berbeda 8 menit, tapi ketika sampai di jalan raya macetnya sungguh berbeda jauh, namanya juga Jakarta. Hal ini yang membuat saya sedikit panik. Biasanya saya membutuhkan waktu sekitar 20-25 menit untuk sampai ke kantor, tetapi dengan start yang terlambat, dan kondisi macet yang aduuduuuuh ini bisa-bisa saya tiba di kantor lewat dari pukul 7.30.

Namun, kadang macet membawa inspirasi. Hahaha... Tiba-tiba saya teringat film Skyfall, seri dari James Bond yang saya tonton beberapa hari lalu. Triiiiing... Saya tentukan target yang mau dikejar, Ibu-ibu berjaket putih yang mengendarai motor beberapa meter di depan saya. Si Ibu cukup gesit, salip kanan, salip kiri, ada celah sedikit langsung dia ambil. Cukup sulit. Tapi dengan aksi ala James Bond, saya berusaha mengejarnya.

Sampai di jalan pinggir tol Kebon Jeruk yang lebar dan bebas macet, si Ibu berjaket putih melaju dengan kencang. Duh! Saya jadi deg-degan juga mengejarnya. Hahaha... Saya berusaha ngebut, namun tetap memperhatikan kendaraan lain di kanan-kiri (aksi sih aksi, tapi jangan sampai mengancam diri sendiri juga yaa :p). Akhirnya di depan pintu keluar Tol Kebon Jeruk yang cukup tersendat, saya berhasil mengejar si Ibu! Yeay! :))


Namun ternyata euforianya hanya sebentar, karena si Ibu berjaket putih tiba-tiba mendapat celah di sebelah kanan, dan berhasil menyalip saya lagi. -____- Huh, saya berniat mengejarnya lagi sampai tiba di belokan setelah terowongan Jalan Panjang ternyata, jreeeeeng....berjajarlah ribuan motor dan mobil sejauh saya memandang alias M.A.C.E.T.T.O.T.AL. Saya lihat jam tangan ternyata sudah pukul 7.25, jarak ke kantor sekitar 2 KM lagi, kalo macet begini sih bisa-bisa sampai kantor pukul 7.40an. Hilang sudah semangat mengejar si Ibu berjaket putih. Terserahlah si Ibu sudah sampai mana. Saya justru lebih deg-degan takut terlambat sampai kantor.

Tapi namanya juga James Bond, saya sudah biasa lewat gang-gang tikus alias jalan alternatif rahasia yang terhubung langsung ke kantor :D Dari jalanan yang super macet itu, saya belok kanan, masuk perumahan, gang-gang sempit, dan taraaaaa...saya tiba di kantor. Sampai parkiran pukul 7.29, langsung buru-buru naik tangga ke lantai 2 daaaaan, yess!! 07.30. Saya tidak terlambat. :)


Sunday, October 28, 2012

Choco Sprinkle Flakes

Ini adalah salah satu kue yang saya buat pada saat Lebaran yang lalu. Cara membuatnya mudah sekali. Rasanya pun enak, bahkan sangat cocok buat cemilan sehari-hari.



Bahan-bahan:

1 Kotak Corn Flakes
1 Kotak Cokelat Batangan
1 Bungkus Sprinkles (Tersedia di toko bahan-bahan kue dengan berbagai jenis bentuk)



Cara Membuat:
  • Iris cokelat menjadi ukuran dadu kecil-kecil, masukkan ke dalam mangkuk anti panas.
  • Letakan mangkuk yang berisi potongan tersebut ke dalam panci yang berisi air. Sesuaikan agar air tidak masuk ke dalam mangkuk dan tercampur dengan cokelat ketika air meluap ketika dipanaskan.
  • Nyalakan api kecil dan tunggu cokelat mulai melunak, aduk hingga rata.








  • Masukkan Corn Flakes ke dalam mangkuk yang ukurannya cukup besar, tuangkan cokelat yang sudah mencair, aduh hingga seluruh Corn Flakes dilapisi cokelat.



  • Satukan Corn Flakes yang sudah dilapisi cokelat dengan menggunakan sendok, lapisi dengan kertas pelapis kue.
  • Taburkan sprinkles di atasnya.
                         

  • Masukkan ke dalam lemari es agar cokelat mengeras lagi. Choco Sprinkle Flakes siap disajikan :) 







Thursday, October 25, 2012

Minta LIKE nya doong Kakak :3

Iseng-iseng motoin si Ponakan buat ikut Magic Moment Bersama Sunlight. Repot juga ngatur posenya, secara dia bergeraknya gesit banget kayak belut -__-". Akhirnya dapetlah beberapa foto ini.

Nah, temen-temen, minta LIKE nya yaa, klik link di bawah ini, terus klik "I Like This Story" di pojok kanan bawah ceritanya. Hehehe.. Terimakasiiih :D


http://food.detik.com/read/2012/10/24/182435/2072128/1439/mamaku-nggak-takut-lagi-ketempatan-arisan

Monday, October 15, 2012

Pageviews Blogger Berubah Jadi 0

Ada yang aneh waktu buka blog saya pagi ini, tiba-tiba deretan popular posts di sebelah kiri, yang biasanya ada 10 baris, sekarang hanya tinggal bersisa 3. Apalagi sewaktu saya melihat angka pageviews yang awalnya seingat saya sudah mencapai lebih dari 33.000 hits, sekarang hanya tinggal 14 pageviews saja. Akan tetapi, ternyata bukan hanya saya yang mengalaminya, melainkan seluruh pengguna blogger. Hal ini saya ketahui ketika mencoba googling dan melihat banyak keluhan yang sama dari pengguna blogger. Ya, hari ini seluruh pageviews blogger tereset mulai dari 0.


 
Bagi sebagian pengguna blogger, pageviews mungkin merupakan salah satu motivasi dalam ngeblog. Mengetahui bahwa tulisan-tulisan kita dibaca oleh banyak orang tentu sangat menyenangkan. Apalagi menurut saya statistik bawaan langsung dari blogger ini lebih akurat dari widget-widget hits counter lainnya. Jadi, agak kecewa juga kenapa tiba-tiba seluruh history pageviews lenyap begitu saja.


 

Sampai saat ini belum ada konfirmasi apakah terjadi error pada sistem atau memang blogger sengaja mereset seluruh pageviews di blog. Semoga saja masalah ini dapat diatasi dan pageviews dapat kembali seperti semula.

Wednesday, September 26, 2012

Happy Cubicle

Kubikel. Sudah tujuh bulan saya akrab dengan benda kotak-kotak ini. Bukan mau kampanye pilgub DKI lho ya, karena pilgubnya juga udah lewat tuh.

Sejak mulai bekerja saya harus terbiasa dengan si kubikel ini. Di mana tiap harinya kita duduk di hadapan komputer dengan tiga sekat yang mengelilinginya. Kalo lagi duduk, nggak keliatan deh tuh penampakan temen-temen di sekitar kubikel.

Sumber gambar dari sini

Sebenernya banyak cara yang bisa bikin suasana kubikel nyaman untuk ditempati selama 5 hari dalam seminggu, antara lain begini:
  1. Jaga selalu kebersihan dan kerapian kubikel beserta meja kerja. Nggak mau kan tempat kita kerja keliatan jorok dan berantakan. Selain bikin nggak enak dipandang, kubikel yang berantakan juga bisa jadi sasaran tikus dan kecoa untuk jadi tempat main lho... Hiii, bahaya juga kalo kita jadi sakit gara-gara hewan-hewan tersebut. 
  2. Kalo suka mendengarkan musik, kubikel bisa jadi tempat karaoke pribadi kita. Hihi... Tapi menyalakan musiknya jangan terlalu keras karena bisa mengganggu teman sebelah. Belum tentu selera musik teman kita sama dengan kita kan...
  3. Sediakan cemilan. Kalo sedang banyak kerjaan tentu kita jadi lebih cepat merasa lapar, solusinya kita bisa menyimpan cemilan di toples kecil yang tertutup rapat. Namun, jangan asal menyimpan cemilan karena bisa saja cemilannya dimakan tikus karena kita lupa menyimpannya di laci.
  4. Jalin hubungan yang baik dengan tetangga kubikel. Nggak mau kan kita cuma bersarang di kotak itu aja sepanjang hari. Dengan keakraban, suasana kubikel jadi tidak membosankan karena kita bisa ngobrol dengan teman-teman di sebelah juga.
  5. Pasang foto. Terserah, mau foto keluarga, foto sama pacar, foto sama teman-teman, pokoknya foto orang-orang yang bisa jadi motivasi kita dan bikin kita happy setiap ngeliatnya. Hehehe...
  6. Gunakan post it warna-warni untuk mencatat kerjaan-kerjaan yang harus dilakukan. Ini sih supaya keliatan lebih seger aja warna-warni gitu, daripada satu warna aja :p
Nah itulah beberapa tips dari saya untuk menjadikan kubikel sebagai tempat yang asik untuk bekerja. Jadi jangan biarkan suasana kubikel menghalangi semangat dan keceriaan kita dalam bekerja. Happy cubicle :))

Saturday, September 15, 2012

Kuda-kudaan Beroda?

Hari ini keponakan saya, Firas Malik Ghassani ulang tahun yang ke-1. Yeaay nggak kerasa ya udah setahun aja ni bocah. Udah makin pinter, bisa segala macem. Bisa nunjuk-nunjuk gambar hewan di buku kalo kita sebutin nama-nama hewannya, bisa nyuapin saya pake makanan dia -__-", bisa bilang "Allahu Akbar" sambil memperagakan orang lagi takbiratul ihram, memperagakan keramas sambil ngucek-ngucek rambutnya, memperagakan gosok gigi, daaaan banyak lagi macem kelakuannya.

Sebagai tante satu-satunya dan tante yang baik hati tentunya saya udah jauh-jauh hari berencana mau ngasih kado ke bocah ini. Malah dari sebelum dia lahir saya udah mikir kalo nanti punya keponakan laki-laki mau dibeliin......kuda-kudaan. Alhamdulillah sekarang kesampean deh. (Sebenernya sih ini pelampiasan karena waktu kecil saya gak punya kuda-kudaan, hahaha).

Ya, kuda-kudaan emang mainan anak-anak sepanjang masa. Saat ini bentuknya pun sudah mulai bervariasi. Kalo dulu cuma terbuat dari kayu atau rotan, sekarang banyak kuda-kudaan yang terbuat dari karet maupun plastik.

Beberapa minggu sebelumnya saya searching di internet mencari info harga dan tempat jual kuda-kudaan sebagai patokan harga jika saya mau membeli nanti. Kebetulan, ternyata di toko mainan dekat rumah waktu itu saya lihat ada yang menjual jenis kuda-kudaan yang saya mau beli itu.

Akhirnya tadi malam saya sengaja ke toko mainan yang sering saya lewati tersebut. Tapi sayang, ternyata kuda-kudaan yang saya inginkan sudah terjual :( akhirnya saya hanya survey harga saja di sana, kata penjualnya harganya 170 ribu. Saya pun melanjutkan perburuan kuda di malam hari. Hehehe

Ketemu lagi 1 toko mainan yang cukup besar di daerah Jalan Haji Mencong, Ciledung, dan barang yang saya cari ada di sana! Asiiik. Tapi setelah saya lihat barangnya, saya mengurungkan niat untuk membelinya karena kuda-kudaan tersebut hanya tinggal satu-satunya dan ada sedikit pecah di bagian tempat duduknya. Awalnya penjual menawarkan 180 ribu, tapi karena retak Ia diskon jadi 165 ribu. Malaaas ah masa barang udah rusak gitu mau dibeli juga.

Saya pun mencari lagi, siapa tau masih ada toko lain yang menjual. Akhirnya sampailah saya ke Pasar Ciledug. Seingat saya di sana banyak toko di pinggir jalan yang menjual sepeda, siapa tau ada yang jual mainan anak-anak juga. Dan dugaan saya benar! Nggak perlu lama mencari, di sana ada khusus toko yang menjual mainan kendaraan anak-anak. Macam-macam bentuknya, ada yang mobil-mobilan, kuda-kudaan, ayam-ayaman, dan sebagainya. Tentu saja kuda-kudaan yang saya maksud dijual juga di sana. Senangnyaa :D

Mula-mula di penjual menawarkan kuda-kudaan dengan harga 200 ribu. Woow mahal bener. Terus saya bilang "pasnya aja deh Bang berapa". Dia jawab 160 ribu. Dalam hati saya bilang wah udah murah nih, di toko sebelumnya aja udah didiskon ditawarinnya 165 ribu. Terus saya tawar lagi "150 ribu ya Bang". Eh langsung diiyain sama Abangnya. Saya jadi mikir waduh kemahalan nggak ya, kok langsung diiyain aja. Hahahaha... (Dilema tukang nawar, kalo langsung diiyain bakal ngerasa masih kemahalan aja).

Karena udah terlanjur sepakat ya sudah. Si Abang penjualnya langsung memasangkan baterai untuk lampu dan musik kuda-kudaannya. Katanya udah murah harga segitu, dikasih harga toko udah mau tutup aja karena udah malem (dan bener, pas saya cek lagi di online shop harganya berkisar 160-195 ribu). Setelah dibungkus plastik, saya membayar dan membawa pulang kuda-kudaannya naik motor, dibonceng teman saya. Hahaha...

Dan inilah penampakan kuda-kudaan beserta bocah yang ulang tahunnya pagi ini, pas dia baru  bangun tidur:


Rodanya dikebawahin, jadi mobil-mobilan


 Kuping kudanya bisa nyala dan ada musik ala koboy


Ada pengaman di tempat duduknya


Rodanya dilipet ke atas, jadi kuda goyang deh



Hiii bangun tidur langsung main kuda-kudaan :p



Selamat ulang tahun yaa Firosrosfi :D

Friday, August 10, 2012

Modelnya Galau


Ketika sedang iseng browsing internet, tiba-tiba saya melihat sebuah foto yang sebenarnya sih biasa aja. Sampai saya merasa ada yang agak aneh dengan foto iklan salah satu gadget yang sangat terkenal. Dalam foto tesebut ada dua orang model yang sedang memamerkan produk gadget yang (ehem) saya kepingin banget :p Hehehe.. 
 
Sumber gambar klik di sini

Tapi bukan itu yang aneh, coba deh liat kostumnya. Yap, saya kok jadi bingung ini modelnya sebenernya perempuan apa laki-laki karena mereka memakai peci hitam seperti yang sering dipakai Bapak saya kalo sholat, di atas kerudung mereka. Duh! Apa modelnya lagi galau ya? Hehehe..



*Maaf postingannya lagi geje, belum dapet THR sih ^,^v

Friday, July 20, 2012

Ini Ramadhanku, Mana Ramadhanmu? :D

Ramadhaaan dataaang... Semua pun senaaaang...

Alhamdulillah Ramadhan sudah menghampiri kita lagi. Cepat banget, rasanya baru kemarin bulan Ramadhan yang diisi dengan kesibukan kompre, ngantri wisuda, buka puasa bareng temen-temen kuliah. Sekarang bertemu lagi dengan Ramadhan dengan kondisi yang berbeda, sudah lulus kuliah dan mulai bekerja. Ya, Ramadhan memang penuh berkah dan cerita sehingga kedatangannya pun selalu dinanti.

Yang paling saya syukuri, tahun ini saya bisa berpuasa bareng keluarga di rumah. Bersyukur banget, karena kalo melihat teman-teman yang tinggal jauh dari keluarga di bulan Ramadhan ini pasti rasanya sepi. Kebetulan saya juga pernah merasakannya waktu saya ngekos dulu (meskipun ngekosnya ternyata cuma sebulan sih, hehehe). Ceritanya tahun 2008 yang lalu saya baru diterima di Universitas Indonesia, otomatis saya harus ngekos di Depok karena gak kuat deh tiap hari pulang-pergi dari rumah. Nah, pada waktu itu kebetulan bertepatan dengan awal Ramadhan. Haaah, sedih pokoknya kalo puasa di kosan. Nyari sahurnya itu lhooo yang males. Akhirnya dulu saya biasa beli makan malam sekaligus untuk makan sahur, biar gak perlu keluar beli makan sahur lagi. Misalnya, saya beli daging cincang dari warung nasi padang satu porsi. Kebetulan satu porsi itu lumayan banyak, gak habis dimakan sendiri. Jadilah saya simpan di kulkas sisanya untuk dihangatkan pada saat sahur. Hehehe... Sekedar tips buat anak kosan dalam menghadapi bulan Ramadhan nih. Tapi ternyata, takdir berkata lain, saya hanya menghabiskan kurang dari seminggu berpuasa di kosan karena setelah itu saya diterima di STAN dan....GAGAL NGEKOS deh.

Selain cerita Ramadhan di kosan, Ramadhan tahun 2011 kemarin juga cukup berkesan. Kenapa? Karena tahun kemarin itu angkatan kami lagi sibuk-sibuknya. Tsaaah... Awalnya kami masih agak santai karena ujian kompre kami kira akan diadakan setelah Lebaran, sampai ada suatu berita kejutan: Kompre dimajukan jadi sebelum Lebaran. Jegeeeeerr... Panik dong ya. Mulai deh kami ngadain belajar bareng, tentir bareng, dan lain-lain bareng (ngerumpi pas tentir bareng, sibuk nyiapin buka puasa pas tentir bareng :p), pokoknya heboh. Tapi Alhamdulillah kami bisa ngelewatin ujian tentir tersebut meskipun ujiannya pada saat bulan puasa.

Setelah tenang melewati kompre, ternyata ada satu kehebohan lagi di Ramadhan tahun kemarin. Yang ini bener-bener heboh: Antre Wisuda Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan Lulusan 2011. Ckckck.. Bayangkan, demi mendapat 1 "golden ticket" dua pendamping, anak-anak rela dateng ke lapangan kampus jam 1 pagi. Ya, jam 1 pagi. Bahkan, sahur aja belom. Sampai kami sahur bareng di lapangan tersebut menunggu antrean dibuka jam 5 pagi. Ah, miss that moment so much! Kalo mau baca cerita lengkapnya bisa diliat di sini.

Ramadhan memang bulan yang spesial. Suasananya spesial, mulai dari sahur bareng keluarga, pesantren kilat (waktu jaman sekolah dulu), nyari ta'jil di pasar sore bareng temen-temen, tarawih bareng ke masjid. Makanannya pun serba spesial, meskipun mungkin sebenarnya makanan biasa saja. Segala sajian segambreng deh itu di meja waktu buka puasa, sirup, es kelapa, teh manis, minuman kreasi sendiri, kurma, cireng buatan mama saya (serius lho, saya sukaa banget buka puasa pake cireng), bakwan, lumpia, kolak, kue-kue, dan sebagainya. Nyaaamm... Spesial!

Tapi bagaimanapun, hal yang paling penting pada bulan Ramadhan ini yaitu peningkatan ibadah kita. Mumpung pahala ibaratnya lagi diobral besar-besaran. Jangan sampe Ramadhan cuma dilewatkan begitu aja dengan tidur siang sepanjang hari. Rugi laaaaaah yaaaaw :))

*******-.Marhaban Yaa Ramadhan 1433 H.-*******


Friday, July 6, 2012

DJPBN, Bukan DJPB (?)

Sebagai lulusan STAN, saya sudah sangat akrab mendengar Direktorat Jenderal Perbendaharaan karena banyak teman-teman saya yang ditempatkan di Instansi tersebut. Biasanya saya dan teman-teman menyingkatnya dengan DJPB. 

Ternyata selama ini singkatan tersebut salah. Saya baru tahu ketika saya sedang browsing internet, di salah satu website ada logo berikut ini:


Walaaah... Jadi singkatan yang benar untuk Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah DJPBN, sedangkan DJPB sendiri singkatan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. DJPBN merupakan Instansi di bawah Kementerian Keuangan, sedangkan DJPB berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan. Beda satu huruf, tapi meleset jauh artinya ya... Hehehe

Sunday, July 1, 2012

Life Updates June 2012

1. Happy birthday my super-duper-beloved Mom :* (6th June).

2. Visited Kota Tua and Sunda Kelapa.



3. Attending Jakarta Book Fair 2012 with Ni'un.




4. Attending Launching "Revolusi Pedas" Sang Presiden Maicih book.




5. On The Job Training done \(^,^)/



   Alhamdulillaaah...... :))

Launching Buku "Revolusi Pedas" Sang Presiden Maicih

Hari Jumat tanggal 29 Juni 2012 kemarin merupakan hari ulang tahun Maicih yang ke-2. Selain itu, momen ini juga dijadikan hari launching buku "Revolusi Pedas" Sang Presiden Maicih yang ditulis langsung oleh Pak Pres Maicih, yaitu @axltwentynine atau Reza Nurhilman, sang pendiri Maicih. Beberapa hari sebelumnya saya memang sudah mendengar mengenai acara tersebut, namun belum ada niatan untuk datang. Sampai dua hari sebelum acara, tiba-tiba saya melihat di twitter ada yang menawarkan tiket gratis untuk hadir ke launching buku tersebut. Setelah pikir-pikir, boleh juga nih, lumayan gratis, padahal harga 1 tiketnya aja Rp 75.000. Hehehe... Selain itu, saya melihat di posternya bahwa akan banyak artis-artis dan tokoh-tokoh terkenal yang menjadi undangan VIPnya. Jadi, langsung saja saya menghubungi orang yang menawarkan tiket gratis tersebut, yang ternyata adalah mahasiswa D4 STAN, dan untungnya lagi saya boleh mendapatkan 2 tiket gratis. :D


Pada hari Jumat, sepulang kantor akhirnya saya langsung menuju Grand Indonesia. Acara tersebut diadakan di Studio 2 Blitz Megaplex Grand Indonesia mulai pukul 18.00. Tapi ternyata acara baru mulai sekitar pukul 19.30. Tiket gratis yang kami dapat merupakan undangan khusus dari Jenderal Maicih @ryndes. Wiiih senangnya... Sesampainya di Blitz, saya dan beberapa teman dari STAN langsung mengambil undangan tersebut. Nggak nyesel deh datang, selain dapet gratisan (emang dasar senengnya sama yang gretongan), kami juga mendapat goody bag yang isinya buku "Revolusi Pedas" Sang Presiden Maicih, 3 bungkus keripik Maicih (level 3, level 5, dan level 10), 1 toples kastengel dari sponsor, dan 1 buah buku agenda dari gramedia. Oh iya, selain itu semua undangan juga mendapat snack air mineral dan hot dog. Lumayan banget kan... :p


Setelah masuk studio saya cukup terkejut plus senang karena ternyata mendapat tempat duduk di barisan kedua dari depan. Beruntung banget! Karena tempat duduknya yang naik ke atas seperti di studio bioskop pada umumnya dan penerangan yang remang-remang, saya nggak kebayang kalo dapet duduk di belakang, pasti acara di panggung kurang terlihat jelas. Sekitar pukul 19.30, acara pun dimulai. Dibuka dengan pertunjukan comic dari Kang Ence Bagus yang cukup bikin ketawa ngikik. Acara dilanjutkan dengan talkshow dengan beberapa speaker, yaitu Tina Talisa, Prabu Revolusi, dan @pocongg. Paling suka waktu sesinya Teh Tina Talisa. Udah cantik, ngomongnya juga pinteeer banget. Emang beda ya kalo speakernya punya pengetahuan yang luas. Ia berbagi pengalaman serta pendapatnya tentang Maicih. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai doorprize (yang sayangnya saya lagi nggak beruntung :| ). 

 

Sesi yang paliiiing oke dan emang puncaknya acara yaitu penayangan slide perjalanan Maicih yang selanjutnya diikuti dengan presentasi Reza Nurhilaman. Ia bercerita tentang perjalanan hidupnya hingga sampai ke fase ini. Masa lalunya yang penuh perjuangan. Dari sebuah keluarga yang tidak memiliki figur seorang Ayah, menjalani masa kecil hingga remaja yang cukup sulit. Sampai akhirnya Ia memulai bisnis Maicih ini, dimulai dari menjajakan keripik dengan sepeda motor hingga akhirnya sekarang beromzet milyaran rupiah. Bayangkan, di usianya yang baru menginjak 25 tahun sat ini, Ia berhasil mencapai kesuksesan berkat kreativitasnya mengolah keripik singkong... Ckckck... Selain presentasi mengenai perjalanan Maicih, Reza juga memberikan motivasi kepada semua undangan yang hadir, agar semua berani memiliki mimpi dan berani mewujudkannya. Sebuah slide yang saya ingat sampai saat ini: Opportunity is no where ---> Opportunity is now here! Mengubah paradigma yang menganggap kesempatan itu tidak ada menjadi menyadari bahwa kesempatan itu ada saat ini juga, di depan kita. Ah mudah-mudahan semakin banyak pemuda Indonesia yang sukses seperti si Kang Reza ini, termasuk saya. Aamiin...

Setelah presentasi, acara dilanjutkan dengan tiup lilin dan potong kue sebagai penanda usia Maicih yang telah memasuki 2 tahun. Seluruh Jenderal dan Kru Maicih pun foto bersama. Selanjutnya acara diisi dengan penampilan dari Ecoutez yang membawakan lagu-lagu mereka. 


Sebelum pulang, saya sempat minta tanda tangan dari Pak Pres langsung di bukunya :D Sekitar pukul 21.30, saya pun pulang meskipun acara belum sepenuhnya selesai karena masih berlangsung penampilan dari Ecoutez. Tapi karena sudah malam dan lelah karena seharian habis kerja langsung ke sana, saya memutuskan untung langsung pulang saja.

Demikianlah, acara yang keren! Inspiratif. Happy birthday Maicih :)




 

Template by Suck My Lolly - Background Image by TotallySevere.com